KUNINGAN, (FC).- Aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok oknum suporter sepak bola di wilayah Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, disebut terjadi di empat titik berbeda.
Salah satu korban, Agung Prasetyo (38), mengungkapkan peristiwa itu bermula saat dirinya bersama dua rekannya nongkrong usai nonton bareng laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Xailana Resto, Jalan Syekh Eyang Hasan Maolani, Senin malam (11/5) sekitar pukul 19.00 WIB.
Menurut Agung, situasi berubah mencekam ketika rombongan bermotor yang membawa atribut suporter melintas dan berhenti di depan lokasi.
Karena mengenakan jersey Persib, dirinya bersama rekan-rekannya diduga langsung menjadi sasaran intimidasi hingga pengeroyokan.
“Diam lo, jangan lari,” ujar Agung menirukan teriakan para pelaku.
Tak lama kemudian, sekitar 20 sepeda motor disebut mendekat ke lokasi. Para pelaku diduga langsung melakukan pelemparan batu dan botol ke arah korban.
“Batu langsung melayang, saya kena di pundak. Kami lari tapi terus dikejar,” katanya.
Saat berusaha menyelamatkan diri, Agung terjatuh di area kebun setelah terkena lemparan batu. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka di bagian kepala, badan, dan kaki.
Sementara rekannya, Wawan (14), mengalami luka robek di kaki akibat terjatuh saat berusaha menghindar dari kejaran massa.
Agung mengungkapkan, aksi kekerasan tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi berlangsung di beberapa titik lain di wilayah Kecamatan Cilimus, mulai Jalan Panawuan, Jalan Baru, Pertigaan Caracas hingga sekitar SPBU Caracas.
“Sebenarnya kejadian tidak hanya di satu tempat. Ada sekitar empat titik,” ujarnya.
Ia menduga sebagian pelaku berasal dari luar daerah. Dugaan itu diperkuat dengan adanya rombongan yang datang menggunakan motor sambil membawa tas ransel berisi batu dan botol.
“Saya lihat mereka bukan dari Kuningan. Seperti sudah terencana karena membawa tas berisi batu dan botol,” tambahnya.
Selain menyebabkan korban luka, insiden tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada kendaraan dan helm milik korban yang tertinggal di lokasi awal.
Saat ini, para korban telah mengikuti proses mediasi yang difasilitasi di Mapolres Kuningan bersama perwakilan suporter. Namun pihak yang diduga terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan disebut belum hadir.
Kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Polisi juga memastikan situasi di wilayah Kuningan Utara mulai kembali kondusif pasca insiden tersebut. (Angga)















































































































Discussion about this post