KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon mulai membangkitkan kembali sektor garam rakyat melalui pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Sentra Garam Ambulu dan pembangunan tambak garam seluas 11 hektar.
Program tersebut menjadi langkah strategis desa dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini terdampak abrasi pantai dan banjir rob.
Kuwu Ambulu, Sunaji, mengatakan Desa Ambulu pernah dikenal sebagai salah satu sentra garam rakyat di wilayah pesisir Cirebon. Namun dalam dua dekade terakhir, jumlah petani garam terus menurun akibat abrasi yang menggerus kawasan tambak.
“Dulu petani garam di Ambulu jumlahnya ratusan. Sekarang terus berkurang karena abrasi membuat banyak lahan tambak hilang terendam laut,” ujar Sunaji, Senin (11/5).
Menurutnya, pembukaan kembali lahan tambak garam dilakukan sebagai upaya membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga potensi usaha garam rakyat yang mulai hilang.
Tambak garam yang tengah dibangun memiliki luas sekitar 11 hektar dan dibagi ke dalam tiga jalur produksi. Sebagian lahan lainnya digunakan untuk akses jalan dan fasilitas penunjang produksi.
Sunaji menuturkan, pengembangan sektor garam juga menjadi alternatif bagi warga yang selama ini bergantung pada tambak ikan. Pasalnya, banjir rob yang semakin sering terjadi membuat banyak petani tambak mengalami kerugian.
“Kalau hanya mengandalkan tambak ikan, warga semakin rentan rugi akibat rob. Karena itu kami kembali mengembangkan garam agar masyarakat punya sumber penghasilan lain,” katanya.
Lahan tambak tersebut merupakan aset desa yang pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat, khususnya petani garam, sementara pemerintah desa bertindak sebagai fasilitator dan pengawas.
Sebagai penguatan kelembagaan, Pemdes Ambulu juga membentuk BUMP yang nantinya bertugas mengelola produksi, pengolahan hingga pemasaran garam rakyat.
Melalui lembaga tersebut, kualitas dan kuantitas produksi garam diharapkan lebih terstandar sehingga mampu meningkatkan nilai jual hasil panen petani.
Ke depan, pengembangan sentra garam Ambulu direncanakan diperluas melalui kerja sama dengan PT SGA. Dalam proposal yang disiapkan, total pengembangan kawasan ditargetkan mencapai 100 hektar dengan dukungan teknologi geomembran dan tunnel.
Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp88,8 miliar yang meliputi pembangunan tambak produksi, kolam penampungan, gudang, jalan produksi hingga fasilitas pemurnian garam.
Sunaji optimistis pengembangan sentra garam rakyat dapat kembali menjadi kekuatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga warisan usaha garam yang telah berlangsung turun-temurun di Desa Ambulu.
“Pengembangan garam ini bukan hanya meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga menjaga warisan masyarakat pesisir Ambulu agar tetap hidup,” pungkasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post