KOTA CIREBON, (FC).- Ledakan yang diduga berasal dari bom bunuh diri, mengguncang Kota Makassar. Aksi ini terjadi didepan Gereja Katedral Makassar pada Minggu pagi (28/3).
Hal ini tentunya menimbulkan keprihatinan, karena ditengah pandemi Covid-19 ada pihak yang menggangu kondusifitas ketentraman masyarakat.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Pihaknya juga berkewajiban melindungi setiap warganya, dari berbagai ancaman keamanan dan ketertiban.
Bersama jajaran Forkompinda, pihak sudah berkoordinasi guna melakukan berbagai antispasi, agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi di Kota Cirebon.
“Saya meminta masyarakat agar tetap tenang menjalankan ibadah, karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut. Untuk keamanan kita percayakan dan serahkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Eti juga meminta kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan informasi hoax apalagi berbau radikalisme.
Bila ada di lingkungan sekitar ada indikasi demikian, segera laporkan kepada pihak yang berwenang agar segera diambil tindakan.
“Kita minta juga mulai dari RT, RW dan kelurahan agar mulai mengawasi bila ada orang yang bukan warganya, apalagi bila gerak geriknya tidak biasa. Hal ini guna mencegah sedini mungkin terjadi hal yang seperti terjadi di Makassar,” imbuhnya.
Sementara Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan ketika melakukan peninjauan di Gereja Bunda Maria di Jalan Dukuh Semar menyampaikan, pihaknya akan meningkatkan keamanan di seluruh wilayah Kota Cirebon. Terutama di tempat peribadatan, menjelang rangkaian Hari Paskah 2 April mendatang.
“Kita tingkatkan keamanan, semua anggota juga sudah disiapkan. Koordinasi dengan TNI dan Pemkot Cirebon juga sudah kita laksanakan,” ucapnya singkat.
Sementara itu, pengurus di lingkungan Gereja Bunda Maria Kota Cirebon, Yohanes Muryadi kepada FC mengatakan, untuk di Kota Cirebon khususnya di Gereja Bunda Maria, kegiatan ibadah berlangsung kondusif dan normal. Namun dengan adanya kejadian ini, kewaspadaan ditingkatkan kembali.
“Iya, ibadah tadi pagi berlangsung seperti biasa. Kejadian ini membuat kita meningkatkan kewaspadaan dan jangan lengah,” jelasnya.
Yohanes melanjutkan, keamanan dengan penjagaan internal, yakni petugas keamanan satpam ditingkatkan kembali. Dibentuk juga keamanan lingkungan (kamling) di gereja, untuk berpatroli malam disekitar gereja dan di pintu gerbang masuk gereja.
“Biasanya pastor akan memberikan arahan kepada para jemaat, untuk tidak panik, berhati-hati dan tetap waspada menyikapi kejadian ini. Secara rutin juga, pihak kepolisian menjaga gereja pada ibadah misa Minggu pagi dan pada hari besar. Mungkin akan ditambah petugasnya pasca kejadian ini,” ungkapnya.
Terkait ibadah, Yohanes menuturkan, mulai Minggu ini sampai Minggu depan disebut Minggu suci. Bahkan pada Sabtu dan Minggu ada empat kali peribadatan, untuk hari lainnya hanya dua atau tiga kali.
Peristiwa pengeboman ini, kata dia, terjadi sudah beberapa kali. Dan pihaknya setiap ada kejadian seperti ini langsung meningkatkan pengawasan terhadap masuknya jemaat.
Karena dari pihak gereja dan jemaat sudah saling mengenal, maka bila ada orang yang tidak dikenal masuk gereja akan ditanya lebih dahulu identitasnya.
“Kalau ada orang yang tidak biasa ke gereja, apalagi mencurigakan membawa tas atau jaket, akan kita periksa dulu. Kecuali orang tersebut datangnya bersamaan dengan orang yang kita kenal sebagai jemaat gereja,” ucapnya.
Pihaknya juga sering bertemu dengan tokoh agama lain, dalam wadah Forum Sabtuan lintas agama. Sebagai bentuk komunikasi untuk menyikapi bila terjadi permasalahan seperti saat ini.
Dan sekarang lebih ditingkatkan lagi dengan dibentuknya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Cirebon.
“Sekali lagi kami imbau kepada jemaat, seperti menghadapi pandemi Covid-19 ini, kejadian di Makassar jangan membuat kita panik. Tapi tetap waspada dan hati-hati. Ikuti apa yang diarahkan oleh pemerintah, kepolisian dan gereja,” tandasnya. (Agus)

















































































































Discussion about this post