KOTA CIREBON, (FC).- Pada pergantian tahun nanti, guna mencegah penyebaran Covid-19, terutama dari luar kota, Pemkot Cirebon akan melakukan pembatasan akses masuk kedalam kota.
Demikian diungkapkan Walikota Cirebon Nashrudin Azis kepada FC, Senin (28/12), seusai kegiatan di Kelurahan Drajat Kecamatan Kesambi.
Dikatakan Azis, pembatasan akses jalan ini untuk mencegah kerumunan yang dapat menyebabkan penyebaran Covid-19. Karena biasanya Kota Cirebon diserbu warga sekitarnya untuk merayakan pergantian tahun baru.
“Kita akan tutup seluruh akses jalan menuju dalam kota. Juga termasuk perbatasan antara Kota-Kabupaten Cirebon akan ditutup,” ucapnya.
Direncanakannya, penutupan akan dilakukan sebelum pukul 20.00 WIB. Arus lalulintas yang akan masuk kota, dialihkan ke ruas jalan lainnya. Petugas dishub dan kepolisian dibantu TNI akan berjaga di pintu masuk Kota Cirebon.
Sementara untuk penegakan disiplin protokol kesehatan di dalam kota, Kasatpol PP Kota Cirebon Edy Siswoyo menyampaikan, pihaknya bersama satgas Covid-19 akan memantau ke hotel, cafe, restoran. Ini untuk mengingatkan tidak ada perayaan malam tahun baru.
“Sesuai dengan surat edaran Walikota Cirebon, pelaku usaha harus menutup tempat usahanya pukul 20.00 WIB. Penutupan paksa akan kami lakukan bila ada yang melanggarnya,” tegas Edy.
Dihubungi terpisah, Kadishub Andi Armawan mengatakan, terkait penutupan atau rekayasa lalulintas pada malam tahun baru pihaknya belum bisa memastikannya.
Pasalnya, untuk pengamanan tahun baru mengikuti arahan dari koordinator pengamanan operasi Lilin Lodaya Nataru. Dalam hal ini, kata Andi adalah Kabag OPS Polres Cirebon Kota.
“Iya mas, pada rakor terakhir persiapan nataru, Polres Ciko mengambil kebijakan akan menutup akses sewaktu-waktu. Kapan waktu penutupan jalan, tergantung dari Polres Ciko,” ujarnya. (gus)













































































































Discussion about this post