CIREBON, (FC).- Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai pahlawan devisa Negara harus diperhatikan oleh Negara, tidak hanya saat mereka berada di luar negeri akan tetapi pasca selesai kontrak pun pemerintah harus hadir agar kehidupan mereka tidak terpuruk.
Demikian diungkapkan Ketua DPP PKS Bidang Kesejahteraan Sosial, Netty Prasetiyani, mengingatkan negara untuk mengayomi purna pekerja migran agar mandiri dan hidup layak di negeri sendiri. usai memberikan motivasi kepada para purna PMI yang hadir dalam acara Bakti Sosial Untuk Pekerja Migran dan Keluarganya yang digagas oleh DPP PKS Bidang Ketenagakerjaan dan Bidang Kesos di Desa Ambulu, Losari, Kab. Cirebon, Sabtu (26/12).
“Pekerja migran yang telah kembali ke tanah air harus dapat hidup mandiri secara layak di tanah air. Jangan sampai mereka merasa hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri akibat kurang mendapat dukungan dari pemerintah. Ini kewajiban negara untuk mengayomi purna PMI,” tandas Netty
Menurut Netty, pandemi Covid-19 membuat semua sektor usaha terdampak, tak terkecuali para purna PMI dan keluarganya yang harus bertahan di tengah kesulitan ekonomi.
“Purna pekerja migran ingin tetap bersama keluarga di tanah air, namun kesulitan hidup membuat mereka kembali berangkat ke luar negeri. Angka pengangguran semakin tinggi, lapangan kerja berkurang, dan peluang kerja dalam negeri pun terbatas.
Tidak heran jika masyarakat memilih migrasi ke luar negeri. Ironisnya, fakta di lapangan tidak hanya kisah sukses, tapi banyak juga kisah sedih, pilu, dan mengharukan yang terjadi pada para pekerja migran kita,” katanya.
Menurut anggota Komisi IX DPR RI ini, semangat kesetiakawanan sosial atau gotong royong harus terus dibangun di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Setia kawan, saling membantu,dan gotong royong adalah ciri khas bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara. Jangan sampai semangat ini tercerabut dari jiwa rakyat Indonesia,” ungkap Netty yang juga wakil ketua Fraksi PKS DPR RI.
Pada kesempatan tersebut, Netty Aher didampingi Nurholis, legislator PKS DPRD Kabupaten Cirebon meminta kepada kader PKS, terutama yang telah menjadi pejabat publik agar datang menyapa, melayani, dan membantu masyarakat mencari solusi atas persoalan yang dihadapi, termasuk persoalan pekerja migran.
“Sapa mereka, agar mereka merasa diperhatikan. Jangan sampai ada pepatah habis manis sepah dibuang. Sebagai penghasil devisa harusnya pemerintah berterima kasih kepada PMI,” tuturnya.
Sebagai penutup, Netty kembali mengingatkan negara agar bertanggungjawab memberikan pendampingan dan perlindungan kepada para pekerja migran, calon pekerja migran,dan keluarganya.
“Sejak pembekalan sebelum pemberangkatan, penempatan hingga kepulangan dan reintegrasi PMI dengan masyarakat. Adanya jaminan perlindungan negara membuat pekerja aman bekerja di luar negeri, nyaman saat pulang, dan mampu mandiri saat kembali hidup bersama keluarga di tanah air,” ujarnya.
Kuwu Ambulu, Sunaji, mewakili para purna PMI mengucapkan terima kasih kepada Netty Prasetiyani selaku anggota DPR RI komisi IX yang telah berkunjung dan memberikan motivasi. Mereka berharap PKS dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat untuk memperhatikan kondisi para purna PMI.
“Terima kasih atas perhatian PKS kepada para purna pekerja migran dan keluarganya. Dukungan ini, sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan kami berharap PKS dapat menjadi jembatan aspirasi kami,” ujar Sunaji, Kuwu Ambulu.
Dalam kesempatan tersebut, didorong oleh kepedulian terhadap purna pekerja migran, Netty berbagi paket sembako dalam rangka memaknai Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional sekaligus Hari Migran Internasional. (Mawa Bagja/rls)













































































































Discussion about this post