KAB. CIREBON, (FC).- Empat pemuda asal Desa Sindangjawa Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, sukses menggeluti bisnis peternakan dengan membangun Kampung Domba.
Mereka pun memberdayakan masyarakat mulai dari pengembangbiakan, penyembelihan hingga pengolahan masak memasak. Salah satu pendiri Kampung Domba, Begi berbagi kisah yang menginspirasi awal mulanya merintis bisnis peternakan domba ini.
Begi mengakui, ia dan kelima temannya tidak memiliki ilmu dasar mengenai peternakan. Tetapi berbekal hobi membaca, serta kemauan untuk terus belajar, ia dan kelima rekan lainnya berhasil merintis dan mengembangkan usaha mereka hingga hari ini.
“Karena kita mau baca dan belajar Alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan dan berjalan,” katanya kepada FC, Rabu (23/6).
Dengan modal awal yang diperoleh dari patungan, mereka membeli kurang lebih 10 ekor domba untuk pengembangbiakkan. Dirasa cukup pihaknya juga membeli 10 ekor domba untuk penggemukan.
“Modal kurang lebih Rp18 juta, kita beli 10 buat pengembangbiakkan, juga kandang. Awal diurus sendiri. Tapi, karena dirasa cukup kewalahan, saya sebar kepada para warga untuk dirawat dan kita juga beli 10 ekor domba untuk penggemukan,” katanya.
Mereka tidak mengambil untung besar. Mereka membayar para pengembala dengan perbandingan 60:40. Ia beranggapan bahwa para penggembala bekerja lebih berat. Sehingga, ia mengambil keputusan untuk sistem tersebut.
Disisi lain, ia juga memberdayakan para ibu-ibu rumah tangga untuk mengolah daging domba aqiqah milik pelanggan. Kampung Domba tidak hanya melayani pembelian hewan kurban, Ia pun melayani domba untuk aqiqah.
Di atas luas lahan iurang dari 1 hektare ini, Kampung Domba telah didirikan sejak tahun 2016. Saat ini, Kampung Domba sudah memiliki 8 Karyawan yang berasal dari pemuda sekitar.
Harga jual Domba untuk hari biasa ataupun kurban sekitar 1 sampai 2,5 juta dan 6 jutaan.Omzetnya pun sudah mencapai ratusan juta. Namun, pada pandemi tahun lalu mengalami penurunan omzet.
“Omzet ratusan juta. Karena target terjual perhari 10. Tapi, karena Covid-19 , sehari paling sering perbulannya hanya 3 domba yang terjual,” bebernya.
Meskipun begitu, harapan dia yang paling besar adalah memotivasi pemuda lokal khususnya Sindangjawa. Karena terinspirasi untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Baginya, sudah saatnya pemuda Cirebon beralih mindset, dari yang seharusnya jadi buruh. Mulai saat ini harus bisa mengembangkan daerah sendiri.
“Nggak usah jauh keluar kota, kalau di tempat sendiri bisa menghasilkan. Motivasi tentu untuk mencegah anak untuk merantau. Asal punya keinginan, pasti bisa, saya juga berharap kalau ada fasilitas sekolah alam bagi anak,” pungkasnya (Sarrah).














































































































Discussion about this post