KAB. CIREBON, (FC).- Ramainya keluhan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled di media sosial menjadi alarm serius bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon untuk memperketat pengawasan terhadap kinerja rumah sakit milik pemerintah daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia menegaskan, seluruh RSUD di bawah naungan Pemkab Cirebon wajib memberikan pelayanan yang adil dan bermutu tanpa diskriminasi, baik kepada pasien umum maupun peserta BPJS.
Menurut Sophi, viralnya unggahan keluhan masyarakat bukan sekadar persoalan citra, tetapi mencerminkan lemahnya manajemen pelayanan rumah sakit. Ia menilai, kejadian tersebut menunjukkan adanya masalah mendasar yang harus segera dibenahi oleh pihak rumah sakit.
“Media sosial hari ini menjadi cermin keluhan masyarakat. Kalau sampai viral, berarti ada persoalan serius. Rumah sakit itu punya SOP dan standar pelayanan yang jelas, tidak boleh ada pembeda-bedaan antara pasien BPJS dan umum,” kata Sophi, Minggu (14/12/2025).
Sophi menekankan, RSUD sebagai fasilitas kesehatan publik harus menjunjung tinggi prinsip pelayanan yang manusiawi dan profesional. Ia menyayangkan masih adanya laporan masyarakat yang merasa diperlakukan tidak layak, khususnya pasien BPJS.
“Semua pasien itu sama. Jangan sampai masyarakat merasa tidak dihargai hanya karena menggunakan BPJS. Ini soal hak dasar pelayanan kesehatan,” tegasnya.
DPRD, lanjut Sophi, tidak akan tinggal diam apabila perbaikan pelayanan tidak segera dilakukan.
Ia meminta manajemen RSUD Waled dan RSUD Arjawinangun melakukan evaluasi menyeluruh, terutama karena kedua rumah sakit tersebut telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Status BLUD itu artinya pengelolaan harus profesional. Kalau tidak ada perubahan, kami akan panggil direksi dan seluruh manajemen untuk dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan akun TikTok Losar_info yang memposting foto RSUD Waled dengan caption bernada kekecewaan terhadap pelayanan humas BPJS rumah sakit tersebut.
Hingga Minggu (14/12/2025), unggahan itu terus mendapatkan ribuan tanda suka, belasan ribu komentar, dan hampir dua ribu kali dibagikan, serta disimpan ratusan pengguna.
Kolom komentar dipenuhi beragam pengalaman negatif masyarakat. Salah satu akun, fadila Selviyana, menuliskan ketakutannya berobat ke RSUD Waled. “Kalau ke sini tuh kaya nyerahin nyawa ke malaikat,” tulisnya.
Komentar lain menyoroti rumitnya pengurusan BPJS hingga dugaan pelayanan IGD yang dianggap menyepelekan pasien. Ungkapan kekecewaan itu memperkuat desakan agar pihak rumah sakit melakukan pembenahan serius.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen RSUD Waled. Wakil Direktur RSUD Waled, Mashuri, belum memberikan respons meski telah dihubungi. Informasi yang beredar menyebutkan, pihak manajemen justru sempat meminta agar pemberitaan terkait keluhan tersebut diturunkan dari media daring.
DPRD Kabupaten Cirebon memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan yang menyangkut keselamatan masyarakat. (Nawawi)










































































































Discussion about this post