KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, terpaksa menimbun sampah di tanah milik desa sebagai langkah darurat, karena Tempat Pembuangan Sementara (TPS) desa sudah overload imbas dari antrean panjang di TPA Gunung Santri dan keterbatasan armada angkut buang.
Plt Kuwu Desa Surakarta, Mita Royani menjelaskan, bahwa kondisi ini membuat pemerintah desa harus mengambil langkah darurat untuk mengatasi tumpukan sampah yang sudah sangat parah.
“Kita Pemerintah Desa tetap berusaha dan berupaya dengan meminta bantuan kepada dinas terkait pembersihan sampah liar,” ujar Mita, Rabu (14/1).
Menurut Mita, Pemerintah Desa Surakarta telah menyediakan TPS dan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menangani sampah.
Namun, karena keterbatasan armada dan panjangnya antrean pembuangan sampah di TPA Gunung Santri membuat pemerintah desa mengambil langkah taktis dengan menimbun dan mengubur sampah.
“Saya menghimbau kepada masyarakat agar tertib dan tidak membuang sampah sembarang, terlebih Pemerintah Desa Surakarta sudah menyediakan TPS dan kontainer Dinas Lingkungan Hidup untuk menampung seluruh sampah rumah tangga,” ungkapnya.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon juga mengakui adanya keterbatasan armada pengangkut sampah dan alat berat yang kurang bekerja optimal karena mengalami kerusakan.
Pemerintah Desa Surakarta berkomitmen untuk mengoptimalisasi penanganan sampah agar bisa selesai di tingkat desa. (Johan)














































































































Discussion about this post