INDRAMAYU, (FC).- Angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan laut Jawa membawa dampak bagi warga pesisir yang menggantung hidup di laut.
Sudah sebulan lamanya, ratusan nelayan di Kabupaten Indramayu terpaksa menepi dan tidak ada aktivitas apapun dikarenakan gelombang tinggi dan hembusan angin kencang membuat laut berubah menjadi ancaman, bukan lagi sumber penghidupan.
Pantauan di Pelabuhan Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kamis (15/1), ratusan kapal nelayan tampak tidak beroperasi dan memilih bersandar. Mayoritas nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut karena kondisi cuaca yang dinilai tidak aman.
Selain berisiko terhadap keselamatan, cuaca ekstrem juga membuat hasil tangkapan dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
Nelayan asal Desa Dadap, Kodori, mengatakan, cuaca yang tidak bersahabat memaksa nelayan menghentikan aktivitas melaut sejak sekitar satu bulan terakhir. Menurut dia, gelombang tinggi disertai angin kencang menjadi faktor utama yang menghambat nelayan untuk bekerja di tengah laut.
“Dengan cuaca seperti ini kami tidak bisa kerja, kurang lebih sudah sekitar satu bulan. Cuacanya buruk, ombaknya besar. Kalau di tengah laut, tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter sampai 3 meter. Jadi terpaksa kami sementara tidak melaut dulu,” ujar Kodori.
Ia menjelaskan, terhentinya aktivitas melaut membuat sebagian besar nelayan terpaksa menganggur tanpa penghasilan tetap. Selama menunggu cuaca membaik, aktivitas yang bisa dilakukan terbatas pada perbaikan kapal dan alat tangkap.
Sementara itu, nelayan yang tetap mencoba melaut hanya beroperasi di sekitar bibir pantai dengan hasil tangkapan yang sangat minim.
“Kalau tidak melaut, aktivitas nelayan di sini mayoritas nganggur, tidak ada kerjaan. Paling yang kita lakukan hanya membereskan perahu, bagian-bagian yang rusak diberesin sambil menunggu cuaca membaik. Hasil tangkapan juga tidak seberapa, bisa dikatakan hampir tidak ada,” katanya.
Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dadap. Aktivitas pelelangan tampak sepi dan jauh berbeda dibandingkan hari-hari normal saat cuaca bersahabat.
Minimnya kapal yang mendarat menyebabkan pasokan ikan menurun drastis, sehingga transaksi di pelelangan nyaris tidak berlangsung.
Para nelayan berharap kondisi cuaca segera membaik agar mereka dapat kembali melaut, sehingga aktivitas perikanan dan roda ekonomi masyarakat pesisir Indramayu kembali bergerak normal. (Agus Sugianto)








































































































Discussion about this post