NEW YORK, (FC).- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penyelidikan menyeluruh dan pengendalian diri untuk menghindari eskalasi kekerasan lebih lanjut terkait aksi protes demonstran di Nepal yang mengakibatkan sedikitnya 19 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.
Seruan tersebut disampaikan Guterres lewat unggahan di platform X, dikutip pada Rabu (10/9).
“Saya memantau situasi di Nepal dengan saksama dan sangat berduka atas hilangnya nyawa.Saya mendesak penyelidikan menyeluruh, pengendalian diri untuk menghindari eskalasi kekerasan lebih lanjut, dan dialog untuk membangun jalan konstruktif ke depan,” ungkap Guterres.
Ia juga menyerukan kepada pihak berwenang untuk mematuhi hukum hak asasi manusia. “Protes harus berlangsung secara damai, dengan menghormati nyawa dan harta benda,” imbuhnya.
Dilansir dari laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nation pada Rabu (10/9), protes ini menandai mobilisasi terbaru dan terintensif dari serangkaian mobilisasi yang dipimpin pemuda di Nepal dalam beberapa tahun terakhir.
Mahasiswa dan profesional muda telah berulang kali turun ke jalan untuk menuntut akuntabilitas dari kelas politik.
Demonstrasi hari Senin menyaksikan ribuan orang berbaris di ibu kota, Kathmandu, dan kota-kota lain sambil membawa plakat yang menyerukan diakhirinya korupsi dan nepotisme.
Namun protes berubah menjadi kekerasan saat pasukan keamanan bergerak membubarkan massa, yang mengakibatkan sedikitnya 19 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, menurut laporan media.
Kematian tersebut memicu kemarahan yang meluas dan komunitas diaspora menggelar aksi solidaritas di luar negeri.
Pada Selasa sore, para demonstran menyerbu Parlemen, Mahkamah Agung, dan Singh Durbar, kompleks administrasi pusat di Kathmandu, serta membakar beberapa bagian gedung tersebut.
Laporan menunjukkan bahwa pengunjuk rasa juga menargetkan kediaman presiden, mantan perdana menteri dan menteri, dan beberapa narapidana melarikan diri setelah polisi meninggalkan pos mereka. (red/FC)















































































































Discussion about this post