KOTA CIREBON, (FC).- Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (TI) Kota Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan regenerasi atlet berprestasi.
Pada awal tahun 2026 ini, organisasi bela diri tersebut secara resmi menyelenggarakan rangkaian seleksi untuk program Pelatihan Cabang (Pelatcab) sekaligus penjaringan Tim Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) tahun 2026.
Langkah strategis itu diambil sebagai upaya nyata untuk memetakan talenta-talenta muda, yang akan dipersiapkan menjadi garda terdepan prestasi olahraga Kota Udang di berbagai level kompetisi mendatang.
Agenda krusial ini dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, yakni Sabtu dan Minggu, 17–18 Januari 2026 dengan memusatkan seluruh kegiatan di Gedung Pemuda Kota Cirebon.
Seleksi ini tidak hanya menyasar satu kategori, melainkan mencakup disiplin Poomsae (seni) dan Kyorugi (pertarungan) yang terbagi ke dalam kelompok usia kadet hingga junior.
Berdasarkan data panitia, tercatat 94 atlet muda yang berasal dari berbagai dojang (klub taekwondo) di bawah naungan TI Kota Cirebon turut ambil bagian.
Peserta terdiri dari 72 atlet yang berkompetisi di kategori Kyorugi dan 22 atlet memperebutkan posisi di kategori Poomsae.
Tingginya angka partisipasi ini menjadi sinyal positif bahwa olahraga taekwondo tetap menjadi primadona di kalangan pelajar Kota Cirebon, sekaligus mencerminkan efektivitas pembinaan di tingkat akar rumput.
Guna memastikan proses penjaringan berjalan objektif dan memiliki standar kualitas tinggi, TI Kota Cirebon mendatangkan tim penilai ahli.
Salah satu sosok sentral dalam seleksi ini adalah Bayu Firmansyah, pelatih yang memiliki rekam jejak mentereng sebagai arsitek tim Taekwondo Jawa Barat pada ajang PON XXI 2024 Aceh–Sumut.
Dalam keterangannya, Bayu menekankan bahwa parameter kelulusan seorang atlet tidak hanya diukur dari papan skor atau kemenangan dalam simulasi tanding semata.
Dia menerapkan indikator penilaian yang jauh lebih mendalam, meliputi teknis dasar berupa ketepatan gerakan dan penguasaan teknik fundamental.
Penilaian lainnya terkait atribut fisik, yang meliputi kecepatan reaksi dan akurasi serangan.
Guna memastikan proses penjaringan berjalan objektif dan memiliki standar kualitas tinggi, TI Kota Cirebon mendatangkan tim penilai ahli.
Salah satu sosok sentral dalam seleksi ini adalah Bayu Firmansyah, pelatih yang memiliki rekam jejak mentereng sebagai arsitek tim Taekwondo Jawa Barat pada ajang PON XXI 2024 Aceh–Sumut.
Dalam keterangannya, Bayu menekankan bahwa parameter kelulusan seorang atlet tidak hanya diukur dari papan skor atau kemenangan dalam simulasi tanding semata.
Dia menerapkan indikator penilaian yang jauh lebih mendalam, meliputi teknis dasar berupa ketepatan gerakan dan penguasaan teknik fundamental.
Penilaian lainnya terkait atribut fisik, yang meliputi kecepatan reaksi dan akurasi serangan.
Yang tidak kalah penting h menurut Bayu adalah potensi jangka panjang, terkait proyeksi pertumbuhan kemampuan atlet untuk dibina dalam durasi yang lama.
“Kami mengadopsi sistem seleksi yang komprehensif. Menang saat seleksi bukan jaminan mutlak lolos, karena yang kami cari adalah bibit yang memiliki kemauan untuk berkembang, disiplin tinggi, dan mentalitas juara yang bisa diasah lebih jauh,” tegas Bayu, Minggu (19/1/2026).
Sekretaris Umum TI Kota Cirebon, Suwiriyadi menambahkan bahwa program PPLPD ini telah memasuki tahun ketiga.
Menurutnya, konsistensi adalah kunci utama dalam mencetak atlet yang mampu berbicara di tingkat nasional. PPLPD dirancang sebagai wadah yang terstruktur untuk menjembatani atlet pelajar menuju jenjang profesional.
“Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang terpilih benar-benar memiliki komitmen kuat untuk mengikuti jadwal latihan yang intensif dan sistematis,” ujar Suwiriyadi.
Dia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para orang tua atlet. Dukungan moril dan pendampingan keluarga dianggap sebagai pilar penting yang memotivasi para atlet muda untuk tetap konsisten meniti karier di dunia olahraga.
Melalui seleksi ketat ini, TI Kota Cirebon optimis dapat melahirkan suksesor bagi para atlet senior mereka.
Para atlet yang dinyatakan lolos nantinya akan langsung masuk ke dalam program pembinaan intensif sesuai standar PPLPD.
Langkah ini menjadi persiapan awal Kota Cirebon dalam menghadapi kalender kejuaraan di tingkat Jawa Barat hingga ajang nasional di sepanjang tahun 2026. (Agus)










































































































Discussion about this post