INDRAMAYU, (FC).- Ratusan rumah di Desa Bangkaloa ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, terendam banjir akibat diguyur intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Indramayu.
Kuwu atau Kepala Desa Bangkaloailir, Mislam, mengatakan, hingga kini banjir yang merendam 110 unit rumah di tiga RT Desa Bangkaloailir dipastikan belum surut.
Namun, menurut dia, 153 warga terdampak banjir yang tersebar di RT 16, RT 17, dan RT 18 Desa Bangkaloailir tidak ada yang mengungsi, dan masih bertahan di rumah masing-masing.
“Warga memilih bertahan di rumah, karena airnya tidak terlalu tinggi, kira-kira 5 – 10 cm kalau di dalam rumah,” kata Mislam, Senin (19/1/2026).
Ia mengatakan, dampak banjir paling parah berada di ruas jalan gang di tiga RT tersebut, dan ketinggian airnya kira-kira mencapai lebih dari 20 cm.
Pihaknya mengakui, banjir itu dipicu hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Indramayu termasuk Desa Bangkaloailir sejak Sabtu (17/1/2026) sore hingga Minggu (18/1/2026) pagi.
Selain itu, mampetnya saluran air di areal tiga RT tersebut tidak berfungsi akibat proyek nomalisasi Sungai Cipelang yang merupakan program Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk – Cisanggarung.
“Dampak dari proyek nomalisasi tersebut mengakibatkan saluran air mampet, sehingga debit air yang meningkat saat hujan deras membuat air meluap dan merendam rumah warga,” ujar Mislam.
Ia menyampaikan, saat ini Pemerintah Desa (Pemdes) Bangkaloailir tengah berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kabupaten Indramayu dan stakeholder terkait.
Koordinasi itu untuk mendata dan mengasesmen dampak banjir hingga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di tiga RT yang masih bertahan di rumahnya tersebut.
“Kami masih memantau perkembangan banjir di tiga RT itu, dan dipastikan tidak ada korban dalam kejadian bencana kali ini. Mudah-mudahan segera surut juga,” kata Mislam.(Agus Sugianto)











































































































Discussion about this post