KOTA CIREBON, (FC).- Cuaca di Kota Cirebon dan sekitarnya masih diwarnai hujan ringan hingga sedang. Namun intensitasnya makin sering, sehingga membuat was-was warga yang wilayahnya biasa terkena banjir dan longsor.
Apalagi seminggu belakangan ini, hujan sering kali disertai dengan angin kencang. Hal ini juga berpotensi merusak rumah warga dan pohon tumbang.
Dalam kondisi cuaca yang demikian ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon menetapkan status siaga cuaca ekstrem hingga Bulan April 2026 mendatang.
Penetapan status siaga tersebut menjadi langkah antisipasi pemerintah daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengintai, mulai dari banjir hingga cuaca ekstrem lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo mengatakan, status siaga diberlakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur, baik pemerintah, relawan, maupun masyarakat.
“Penetapan status siaga ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang masih dinamis,” ujar Andi saat diwawancarai media, Sabtu (24/1/2026).
Ia menjelaskan, status siaga cuaca ekstrem tersebut berlaku hingga April 2026 sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Status siaga ini berlaku sampai April 2026 dan mengacu pada Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 236 Tahun 2025 tentang Siaga Darurat Bencana,” ucapnya.
Dalam keputusan tersebut, kata Andi, status siaga mencakup berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, hingga tanah longsor.
“Status ini sudah diberlakukan sejak 1 Oktober 2025 dan akan berlangsung sampai 30 April 2026 untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat,” jelas dia.
Menurut Andi, intensitas hujan pada awal Januari 2026 terpantau cukup tinggi dan sempat menyebabkan genangan hingga banjir di sejumlah titik di Kota Cirebon.
Hingga pertengahan Januari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang masih cukup besar.
“Kami mencatat awal Januari kemarin intensitas hujan cukup tinggi dan sempat menimbulkan genangan bahkan banjir di beberapa lokasi,” katanya.
Karena itu, BPBD Kota Cirebon terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama belum ada pembaruan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“BPBD secara berkala menyampaikan peringatan dini cuaca dan kebencanaan melalui berbagai kanal informasi. Kami juga melibatkan tim tangguh bencana di tingkat kelurahan agar informasi cepat sampai ke warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada musim hujan kali ini, pola hujan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan pada jam-jam tersebut perlu lebih ditingkatkan.
“Selain banjir, masyarakat juga perlu mewaspadai angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan gangguan ringan lainnya,” ucap Andi.
BPBD Kota Cirebon juga mengingatkan warga untuk menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat.
“Pantau terus informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta lakukan upaya pencegahan di lingkungan masing-masing,” jelas dia (Agus/FC)











































































































Discussion about this post