INDRAMAYU, (FC).– Tim search and rescue (SAR) gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap tiga anak buah kapal (ABK) KM Putri Lancar Samudra yang masih hilang pada saat kejadian tenggelamnya kapal di Perairan Indramayu.
Penghentian pencarian oleh tim Gabungan ini dilakukan setelah memasuki hari ketujuh tanpa membuahkan hasil.
“Kemarin, tepat di hari ketujuh, operasi pencarian resmi kami hentikan,” ujar Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, Senin (22/12).
Asep menjelaskan, selama tujuh hari pencarian, Satpolairud Polres Indramayu bersama Basarnas telah melakukan upaya maksimal di sekitar lokasi kejadian.
Bahkan pada hari kelima, area pencarian diperluas hingga ke Perairan Cirebon.
“Berdasarkan SAR map dari Basarnas, kemungkinan korban telah bergeser ke wilayah Perairan Cirebon,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, tim SAR dibagi menjadi dua kelompok. Basarnas melakukan penyisiran di wilayah Perairan Cirebon, sementara Satpolairud Polres Indramayu tetap fokus melakukan pencarian di Perairan Indramayu.
Namun, upaya pencarian terkendala kondisi cuaca. Angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan utara Jawa menyulitkan tim SAR dalam melakukan penyisiran.
Selain tim SAR gabungan, proses pencarian juga dibantu oleh sejumlah nelayan setempat. Meski demikian, hingga hari ketujuh, ketiga korban belum berhasil ditemukan.
Meski operasi SAR resmi dihentikan, Asep menegaskan pihaknya tetap melakukan pemantauan di wilayah perairan Indramayu.
“Meskipun pencarian telah dihentikan, kami dari Satpolairud tetap melakukan pemantauan. Apabila ada informasi terkait keberadaan korban, kami siap turun untuk melakukan evakuasi,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, kapal nelayan KM Putri Lancar Samudra B GT-14 terbalik dan tenggelam di Perairan Indramayu pada Senin (15/12). Kapal tersebut dinakhodai oleh Daspan dan membawa 17 ABK.
Kapal diketahui bertolak dari Eretan pada Minggu (14/12) menuju lokasi penangkapan ikan. Namun dalam perjalanan, kapal dihantam ombak besar hingga terbalik, menyebabkan seluruh ABK terjatuh ke laut.
Dari total 18 orang di atas kapal, sebanyak 15 nelayan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyebut para korban selamat ditemukan secara bertahap sejak hari kejadian hingga Selasa (16/12/2025).
“Sementara tiga ABK lainnya, masing-masing bernama Darkum, Eri, dan Kasta, hingga kini masih dinyatakan hilang,” ujar Ade dalam keterangan tertulis. (Agus Sugianto)










































































































Discussion about this post