INDRAMAYU, (FC).- Kepolisian Resort (Polres) Indramayu melakukan Assessment Jalur untuk menentukan titik Pos Operasi Ketupat 2026, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026.
” Kegiatan ini dilakukan lebih dini guna memastikan kesiapan infrastruktur dan skema pengamanan yang optimal, ” ujar
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, Senin (19/1/2026)
Dia mengatakan,assessment ini merupakan bagian dari perencanaan awal Operasi Ketupat 2026 agar pelaksanaan pengamanan berjalan maksimal.
“Langkah awal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, jalur, serta skema pengamanan sejak dini, sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik dapat terjaga,” ujarnya
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan sejumlah titik yang direncanakan menjadi pos pengamanan dan pelayanan, meliputi Pos Simpang Tiga Karangampel, Pos SPBU Krangkeng, Pos PJR Jatibarang, Pos Pasar Tulungagung Sukagumiwang, Pos Widasari, Pos Pasar Patrol, Pos Kandanghaur, Pos Jembatan Timbang Losarang, Pos Lingkar Lohbener, hingga Pos Sukra.
Assessment ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya mengidentifikasi titik rawan kecelakaan (black spot), rawan kemacetan (trouble spot), serta jalur yang berpotensi terdampak bencana alam seperti banjir, mengingat masih berada dalam musim hujan.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menentukan lokasi strategis pendirian Pos Terpadu, Pos Pelayanan, dan Pos Pengamanan agar respons terhadap pemudik dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Tak hanya itu, tim juga mengecek kesiapan infrastruktur pendukung, seperti kondisi fisik jalan, kelengkapan rambu lalu lintas, penerangan jalan umum (PJU), jalur alternatif, hingga kesiapan kantong parkir di sepanjang jalur utama mudik, khususnya jalur arteri Pantura.
Perhatian khusus diberikan pada potensi hambatan seperti pasar tumpah dan perlintasan kereta api, terangnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menambahkan, dalam melakukan assessment ini Polres Indramayu tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan unsur terkait guna memastikan hasil perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi.
“Langkah cepat ini bertujuan untuk mewujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Berkesan bagi masyarakat, dengan meminimalkan risiko kecelakaan serta kemacetan panjang saat arus mudik dan balik nanti,” pungkasnya. (Agus Sugianto)











































































































Discussion about this post