KAB.CIREBON, (FC).- Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir dipastikan tidak berdampak terhadap proses tender atau lelang proyek pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Seluruh tahapan pengadaan barang dan jasa tetap berjalan sesuai jadwal dan hingga kini mayoritas paket pekerjaan telah selesai ditenderkan.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kabupaten Cirebon, Sutadi Sukarya, mengatakan potensi kenaikan harga material akibat fluktuasi ekonomi sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal melalui penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum proses lelang dimulai.
Menurutnya, pemerintah sempat menunda pelaksanaan lelang selama sekitar lima hingga enam minggu guna melakukan evaluasi dan perbaikan RAB sebagai langkah mengantisipasi eskalasi harga material yang saat itu dipengaruhi situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah.
“Perbaikan RAB sudah dilakukan sebelum lelang berjalan, sehingga biaya overhead maupun potensi eskalasi harga sudah terakomodasi. Karena itu proses tender tetap bisa dilaksanakan tanpa kendala,” ujar Sutadi melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (5/6).
Ia menjelaskan, kenaikan nilai dolar yang terjadi belakangan ini juga tidak berdampak langsung terhadap pelaksanaan proyek konstruksi daerah.
Pasalnya, sebagian besar material yang digunakan berasal dari produk pabrikan dalam negeri, seperti beton siap pakai maupun aspal hotmix yang diproduksi oleh batching plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP).
“Risiko fluktuasi harga material sudah menjadi perhitungan pihak penyedia maupun pabrikan. Jadi bukan menjadi beban tambahan bagi kontraktor pelaksana yang mengikuti tender,” katanya.
Sutadi menambahkan, para peserta lelang pada umumnya telah memperhitungkan berbagai kemungkinan perubahan harga pasar, termasuk pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar, saat menyusun penawaran.
Karena itu, kondisi ekonomi yang berkembang saat ini tidak memengaruhi minat pelaku usaha untuk mengikuti tender proyek pemerintah. Jumlah peserta lelang tetap stabil dan tingkat persaingan masih tergolong kompetitif.
“Peserta lelang tetap stabil, tidak ada penurunan yang signifikan akibat isu kenaikan dolar. Proses tender berjalan normal dan kompetitif,” ungkapnya.
Dari total 95 paket pekerjaan yang ditenderkan tahap kedua tahun ini, sebanyak 90 paket telah selesai diproses. Rinciannya, 86 paket berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), satu paket dari Dinas Pertanian, serta tiga paket dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Sementara lima paket lainnya masih berada dalam tahap masa sanggah dan pembuktian dokumen. Seluruh paket yang masih berproses tersebut merupakan pekerjaan di lingkungan Dinas PUTR.
“Alhamdulillah hingga saat ini proses tender berjalan sesuai harapan dan tidak ada kendala berarti. Tinggal lima paket yang masih dalam tahap sanggah dan pembuktian,” pungkasnya. (Ghofar)












































































































Discussion about this post