KAB.CIREBON, (FC).- Kebangkitan Persatuan Sepakbola Gunung Jati (PSGJ) Cirebon tidak hanya ditandai dengan peluncuran kembali klub, tetapi juga dengan langkah serius dalam membangun kekuatan tim.
Manajemen PSGJ mendatangkan pelatih berpengalaman serta sejumlah pemain senior yang memiliki rekam jejak di kompetisi nasional.
PSGJ kini ditangani oleh Edwin Umbas atau yang akrab disapa Coach Edu. Pelatih tersebut sebelumnya pernah berkiprah sebagai pelatih Maluku United FC U-20 dan dipercaya untuk mengangkat kembali prestasi tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Cirebon.
Selain memperkuat jajaran pelatih, PSGJ juga mendatangkan pemain berpengalaman, salah satunya Taufiq yang pernah memperkuat Tim Nasional Indonesia pada tahun 2018.
Tak hanya itu, skuad PSGJ juga diperkuat Jajang Sukmara, pemain senior yang memiliki pengalaman panjang di sepak bola nasional. Jajang tercatat pernah membela sejumlah klub besar, di antaranya Persib Bandung, PSMS Medan, Barito Putera, PSS Sleman, Dewa United, hingga PSIM Yogyakarta. Ia juga pernah menjadi bagian dari Tim Nasional Senior Indonesia.
Pelatih PSGJ, Coach Edu, mengaku optimistis mampu membawa tim meraih target yang telah ditetapkan manajemen dan Pemerintah Kabupaten Cirebon, yakni promosi ke Liga 3.
“Seperti yang disampaikan Pak Bupati, saya memang diberikan target untuk membawa PSGJ promosi ke Liga 3. Saya cukup percaya diri dan optimistis target itu bisa tercapai, apalagi setelah melihat langsung dukungan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ujar Coach Edu usai launching PSGJ di Stadion Watubelah, Sabtu (6/6).
Meski telah memiliki sejumlah pemain senior, PSGJ masih membuka peluang untuk menambah kekuatan tim menjelang kompetisi.
Manajemen dan tim pelatih akan melakukan proses seleksi guna mendapatkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.
“Kami masih terbuka untuk menambah pemain. Saat ini baru ada beberapa pemain senior seperti Taufiq dan Jajang yang bergabung. Ke depan kami juga membuka peluang bagi pemain dari luar daerah,” katanya.
Namun demikian, Coach Edu menegaskan bahwa PSGJ tetap akan memberikan perhatian khusus terhadap potensi pemain lokal Kabupaten Cirebon. Untuk itu, pihaknya berencana menggelar seleksi terbuka guna menjaring talenta-talenta terbaik dari daerah.
“Kami tidak akan melupakan potensi lokal yang ada di Cirebon. Nanti akan ada seleksi terbuka dan saya berharap banyak pemain asli Cirebon yang bisa lolos serta menjadi bagian dari PSGJ,” ujarnya.
Dengan kombinasi pelatih berpengalaman, pemain senior yang sarat jam terbang, serta dukungan masyarakat yang besar, PSGJ optimistis dapat kembali menjadi kekuatan sepak bola yang diperhitungkan dan mewujudkan target promosi ke Liga 3 nasional. (Ghofar)















































































































Discussion about this post