SUMBER, (FC).- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon melalui koordinasi Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Kopjawas), menyelenggarakan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru madrasah jenjang MI, MTs, dan MA di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Cirebon.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Januari 2026, bertempat di Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon.
Ketua KOPJAWAS Madrasah Kabupaten Cirebon, KH. Abdul Kholiq, S.Ag., menyampaikan, pelatihan ini diikuti oleh sekitar 730 peserta, yang merupakan perwakilan guru dari seluruh madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Cirebon.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan pembentukan karakter peserta didik,” jelasnya, Rabu (14/1/2026).
Disampaikannya pula, pelatihan ini telah terlaksana dengan segala keterbatasan yang ada. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini, karena akan ada tindak lanjut (follow up) agar implementasi KBC dapat berjalan optimal di masing-masing madrasah.
“Kami yakin bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dapat direalisasikan dengan baik di tangan para kepala dan guru madrasah, dengan dukungan serta pengawasan dari para pembina di setiap satuan pendidikan. Kami mengapresiasi semangat para guru yang telah mengikuti pelatihan ini, terutama dalam menyalurkan nilai-nilai cinta sebagai fondasi dalam proses pembelajaran di madrasah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Jajang Badruzaman, M.Ag., yang telah dilantik sejak November 2024 dan telah menjabat selama kurang lebih satu tahun empat bulan, memberikan penguatan dan pengingat penting kepada seluruh kepala madrasah, khususnya madrasah swasta.
Ia menekankan pentingnya kesadaran terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di lingkungan madrasah.
Disebutkannya, terdapat satu madrasah tsanawiyah yang harus dicabut izin operasionalnya karena kegiatan pembelajaran berhenti. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa izin operasional madrasah tidaklah mudah untuk diperoleh, sehingga ketika sudah disetujui, madrasah harus benar-benar siap dan mampu menjaga keberlanjutannya.
“Saya berpesan agar izin operasional tersebut dirawat dan dijaga dengan penuh tanggungjawab,” pesannya.
H. Jajang juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kopjawas Madrasah atas terselenggaranya pelatihan ini, karena telah memfasilitasi kebutuhan para guru madrasah di Kabupaten Cirebon. Ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan kebijakan yang wajib diterapkan mulai tahun 2026 di seluruh madrasah yang ada di Kabupaten Cirebon.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa madrasah di Kabupaten Cirebon ditunjuk sebagai pilot project implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga diharapkan dapat menjadi contoh dalam pelaksanaan pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai cinta dan karakter.
Selain itu, ia juga menginformasikan bahwa ke depan akan ada program Madrasah Hijau, yang menitikberatkan pada penciptaan lingkungan madrasah yang asri, bersih, dan berkelanjutan.
“Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh 730 guru yang telah mengikuti pelatihan ini. Ia berharap hasil dari pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta dapat direalisasikan dengan baik di setiap madrasah di Kabupaten Cirebon, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi peserta didik melalui penerapan Panca Cinta dengan penuh harapan. Dengan harapan tersebut, kegiatan pelatihan secara resmi ditutup,” imbuhnya.
Sebagai salah satu perwakilan peserta, Misbahul Munir, S.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta memberikan pemahaman yang komprehensif terkait konsep KBC serta strategi implementasinya dalam proses pembelajaran di madrasah.
Ia menilai bahwa KBC tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan iklim belajar yang penuh empati dan kepedulian.
“Saya berharap, melalui pelatihan ini, tujuan utama dari Kurikulum Berbasis Cinta dapat terealisasi secara nyata di setiap madrasah yang ada di Kabupaten Cirebon, serta mampu memberikan dampak positif langsung bagi siswa dan siswi di masing-masing satuan pendidikan,” tandasnya.
Dalam kegiatan ini, Misbahul Munir, S.Pd. hadir sebagai salah satu dari dua perwakilan madrasah MTs Daarul Fathonah Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, yang turut berpartisipasi aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. (Agus)










































































































Discussion about this post