KUNINGAN, (FC).- Pembelajaran berbasis lapangan terus diperkuat Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Kuningan melalui pelaksanaan Praktikum Terpadu di Gumolong Farm, Sabtu (10/1).
Kegiatan ini menjadi jembatan antara teori perkuliahan dan praktik nyata di dunia peternakan.
Praktikum terpadu tersebut diikuti mahasiswa semester 1 dan semester 3, dengan pendekatan integratif yang menggabungkan empat mata kuliah dalam satu rangkaian kegiatan.
Model ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang menyeluruh, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri.
Empat mata kuliah yang dipadukan meliputi Pengetahuan Bahan Pakan, Anatomi dan Fisiologi Ternak, Reproduksi Ternak, serta Agrostologi. Pada sesi Pengetahuan Bahan Pakan, mahasiswa mempraktikkan pembuatan complete feed dan silase.
Pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Ternak, mahasiswa melakukan pengukuran status faali domba pada kondisi tenang hingga setelah mengalami stres atau kelelahan.
Untuk Reproduksi Ternak, mahasiswa mendapat pengalaman langsung melakukan pemeriksaan kebuntingan menggunakan teknologi ultrasonografi (USG).
Sementara pada Agrostologi, mahasiswa dilatih menghitung daya tampung hijauan pakan ternak (carrying capacity) sebagai dasar pengelolaan pakan berkelanjutan.
Kegiatan ini didampingi Cevi Andreana, selaku Kepala Produksi Gumolong Farm. Ia menilai pembelajaran lapangan penting untuk membentuk kesiapan mahasiswa.
“Di lapangan, mahasiswa belajar bahwa peternakan menuntut ketepatan teknis dan konsistensi. Ini pengalaman yang tidak bisa didapat hanya dari kelas,” ujarnya.
Salah satu dosen pengampu Reproduksi Ternak, Ari Abdulah Safari, menegaskan peran strategis praktikum terpadu.
“Praktikum ini kami rancang agar mahasiswa tidak ragu ketika menghadapi pekerjaan riil. Mereka belajar mengambil keputusan berbasis data dan kondisi lapangan,” katanya.
Ketua Program Studi Peternakan UM Kuningan, Choirul Badriah, menambahkan bahwa pembelajaran kontekstual menjadi kunci peningkatan mutu lulusan.
“Mahasiswa harus berhadapan langsung dengan realitas industri. Dari situ terbentuk kompetensi profesional baik teknis maupun etos kerja,” tuturnya.
Selain meningkatkan kompetensi akademik dan keterampilan teknis, praktikum terpadu ini juga mengasah soft skill mahasiswa seperti komunikasi, tanggung jawab, dan kerja sama tim.
Lingkungan Gumolong Farm yang representatif turut mendukung terciptanya suasana belajar yang efektif.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Kuningan berharap dapat terus melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing menghadapi dinamika industri peternakan. (Angga)










































































































Discussion about this post