KOTA CIREBON, (FC).- Persatuan Sepak Bola Indonesia Tjirebon (PSIT) tak ingin lagi sekadar bertahan.
Klub sepak bola kebanggaan Kota Udang itu resmi memasuki babak baru setelah diakuisisi pengusaha muda asal Cirebon, Asep Sholeh.
Akuisisi Persatuan Sepakbola Indonesia Tjirebon (PSIT Cirebon) ditandai dengan penandatanganan dokumen serta penyerahan berkas kepemilikan yang dilakukan secara sah dan profesional.
Momen tersebut menjadi penanda dimulainya era baru bagi klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Jawa Barat.
Asep Sholeh dikenal sebagai pengusaha yang memiliki hobi di dunia olahraga, khususnya sepak bola.
Berbekal pengalaman panjang di dunia usaha dan manajemen, ia datang dengan visi untuk membangun PSIT secara lebih profesional dan berkelanjutan.
“PSIT bukan sekadar klub sepak bola, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat Cirebon yang harus dikelola dengan sistem yang sehat, transparan dan berorientasi prestasi,” ujar Asep dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, sepak bola modern menuntut pengelolaan yang rapi, terukur dan berbasis manajemen yang kuat.
Pengalaman bisnis yang ia miliki akan menjadi modal utama dalam menata ulang klub.
“Saya percaya sepak bola harus dikelola dengan manajemen yang baik. Pengalaman saya di dunia usaha akan saya terapkan untuk membangun PSIT menjadi klub yang profesional, mandiri, dan berdaya saing,” ucapnya.
Saat ini, PSIT Cirebon masih berlaga di Liga 4 Seri 2 Jawa Barat.
Meski berada di kasta tersebut, manajemen baru menegaskan optimisme bahwa PSIT mampu menunjukkan peningkatan performa dan hasil yang lebih baik pada musim ini.
Asep menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah pembenahan struktur organisasi, penguatan manajemen, serta fokus pada pembinaan pemain lokal dan usia dini.
Baginya, fondasi klub tidak hanya dibangun dari hasil jangka pendek, tetapi dari sistem yang kuat dan berkesinambungan.
“Kami akan mulai dari dalam, membenahi organisasi, memperkuat manajemen, dan fokus pada pembinaan pemain lokal serta usia dini. Akademi akan menjadi fondasi jangka panjang klub ini,” jelas dia.
Dengan mengusung semangat kolaborasi, Asep mengajak seluruh elemen, baik manajemen, pemain, suporter, hingga masyarakat Cirebon, untuk bersama-sama membesarkan PSIT.
Ia menegaskan bahwa kebangkitan klub tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja.
“Ini bukan kerja satu orang, tapi kerja bersama. Dengan dukungan semua pihak, saya optimis PSIT Cirebon bisa tumbuh dan kembali menjadi kebanggaan Kota Udang,” katanya.
Akuisisi ini diharapkan menjadi titik awal Era Baru Sepak Bola Kota Udang.
PSIT Cirebon tidak hanya ditargetkan sebagai peserta kompetisi, tetapi sebagai klub yang memiliki visi, prestasi dan kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola daerah.
Sebagai informasi, PSIT merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Jawa Barat.
Klub ini berdiri pada tahun 1934, bersamaan dengan lahirnya Persib Bandung.
PSIT juga tercatat sebagai salah satu penyumbang pemain untuk Timnas PSSI pertama saat menghadapi klub China Selatan, Nan Hwa, di Semarang pada 7 Agustus 1937 dengan skor 2-2.
Tiga pemain PSIT kala itu, yakni Ahoed (bek kanan), Soetrisno (gelandang) dan Moestaram (penyerang), turut memperkuat tim nasional.
Bahkan, Moestaram mencatatkan sejarah sebagai pencetak gol pertama Timnas PSSI di pertandingan internasional.
PSIT juga pernah menorehkan prestasi dengan menjadi juara kompetisi PSSI Komda Jawa Barat tahun 1977, mengungguli Persib Bandung dan mewakili Jawa Barat di putaran nasional.
Kini, meski masih berlaga di Liga 4 Jawa Barat, PSIT menatap masa depan dengan optimisme baru di bawah kepemimpinan Asep Sholeh. (Agus)










































































































Discussion about this post