KAB. CIREBON, (FC).- Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana merasa prihatin dengan adanya bencana alam yang terjadi di Kabupaten Cirebon.
Belum lama dirinya memberikan bantuan kepada korban yang terdampak banjir di Desa Lemahabang Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon beberapa hari yang lalu.
Hari Sabtu (2/1) telah terjadi angin puting Beliung yang menimpa warga Desa Slangit Kecamatan Klangenan.
Hal tersebut diungkapkan Heviyana biasa dia dipanggil, saat dirinya mendengar laporan dari Kepala Markas PMI Kabupaten Cirebon, Aris Sugema.
“Selaku pribadi dan organisasi saya mengucapkan turut prihatin dengan terjadinya bencana Angin Puting Beliung di Desa Slangit Kecamatan Klangenan hari Sabtu sore kemarin,” kata Heviyana saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (3/1).
Dijelaskan Heviyana, Tim relawan PMI Kabupaten Cirebon mendapat laporan dari relawan Kecamatan Klangenan telah terjadi bencana puting beliung yang menerjang pemukiman padat penduduk di Desa Selangit pukul 17.30.
“Markas PMI menerima informasi dari relawan pukul 17:30 WIB bahwa telah terjadi bencana Angin Puting Beliung yang menerjang pemukiman padat penduduk di Desa Slangit Kecamatan Klangenan Kab. Cirebon. Bencana Angin Puting Beliung terjadi pada pukul 16:50 WIB, tim relawan tiba di lokasi Pukul 19:30 WIB. Tadi malam kondisi di pemukiman listrik padam, sehingga kegiatan akan dilanjut hari ini, Minggu (3/1),” ujarnya.
Terkait jumlah korban akibat terjadi Angin Puting Beliung, tambah Heviyana, sebanyak 277 rumah warga yang rusak ringan dan ada enam orang warga luka ringan yang langsung dibawa ke RSUD Arjawinangun untuk mendapatkan perawatan.
“Sebagian besar rumah warga terdampak akibat terjadinya bencana Angin Puting Beliung. Sebanyak 277 rumah warga yang rusak ringan dan 6 orang yang dibawa ke RS Arjawinangun,” jelasnya.
Dirinya berpesan kepada warga Desa Slangit untuk tetap bersabar menghadapi bencana Angin Puting Beliung dan meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Cirebon untuk segera mendata warga yang membutuhkan bantuan agar warga merasa nyaman.
“Kita tidak ingin terjadi bencana, akan tetapi Allah tengah menguji kesabaran umat Nya dengan adanya Angin Puting Beliung di sekitar kita. Kita harus percaya ada hikmah dibalik kejadian ini,” pungkasnya. (Mawa Bagja)
















































































































Discussion about this post