KOTA CIREBON, (FC).- Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2024 dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) pasca Hari Bhayangkara ke-78.
Apel dimulai dengan penyematan pita tanda dimulainya Operasi Patuh 2024 kepada tiga anggota perwakilan dari PM Dandenpom III/3 Cirebon, Sat Lantas Polres Cirebon Kota, dan Dishub Kota Cirebon.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Muhammad Rano Hadiyanto mengatakan, apel gelar pasukan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan sebelum pelaksanaan operasi “Patuh Lodaya 2024” di wilayah hukum Polda Jabar.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Polri bersama instansi terkait bertanggung jawab menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas serta menurunkan tingkat kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas,” katanya, Senin (15/7).
Ia menjelaskan, Operasi “Patuh Lodaya 2024” akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari 15 hingga 28 Juli 2024, dengan tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”.
“Operasi ini melibatkan 1.969 personil, dengan 520 personil dari Satgas Polda Jabar dan 1.449 personil dari Satgas jajaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, tujuan operasi ini adalah menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
“Operasi ini mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif, dan humanis, didukung oleh penegakan hukum secara elektronik dan mobile,” tuturnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Kapolres mengingatkan para personil untuk selalu berdoa sebelum bertugas, mengutamakan keselamatan, melaksanakan edukasi tentang tertib berlalu lintas, dan menghindari tindakan kontra produktif serta sikap arogan.
Para perwira juga diminta untuk melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian yang melekat di lapangan.
“Operasi “Patuh Lodaya 2024″ diharapkan dapat menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya polisi lalu lintas,” pungkasnya. (Frans)

















































































































Discussion about this post