KUNINGAN, (FC).- Bulan Puasa tahun ini, bagi seorang M. Ridho Suganda adalah bulan puasa ke-4 yang harus dilalui tanpa kehadiran sosok bunda tercintanya, Almarhumah Utje Choeriah Hamid Suganda.
Wakil Bupati Kuningan kelahiran tahun 1982 ini adalah anak bungsu dari mantan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda dan Utje Hamid Suganda.
Seperti diketahui, Ibundanya Almarhumah Utje Choeriah Hamid Suganda meninggal pada tanggal 7 April 2016 silam.
Walaupun sudah meninggal 4 tahun yang lalu, sosok Almarhumah Utje Choeriah Hamid Suganda masih banyak dikenang oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kuningan.
Almarhumah Utje Choeriah Hamid Suganda adalah Bupati Kuningan Wanita satu-satunya yang pernah dimiliki dan menjadi kebanggaan rakyat Kuningan.
Beliau adalah adalah Bupati Kuningan yang menjabat dari tahun 2013 hingga meninggalnya pada tahun 2016.
Memasuki bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah, bersama istrinya Yuana Ridho Suganda dan anak semata wayangnya, M. Ridho Suganda mengunjungi makam Almarhumah Bundanya yang dimakamkan di kompek TPU Syeh Muhibat, Kelurahan Winduhaji Kecamatan Kuningan.
Menurut M. Ridho, bulan April adalah bulan yang sangat memiliki arti karena di bulan April adalah bulan kelahiran dan meninggalnya sosok Ibunda yang sangat dicintainya itu.
“Ibu adalah sosok yang sangat berpengaruh terhadap hidup saya, mungkin boleh dibilang karakter saya sangat mirip dengan ibu, mungkin begitu kata kakak-kakak saya, dan sosok ibu itu bagaikan pelindung bagi kami, seorang ibu yang selalu berkorban untuk keluarganya. dan saya yakin semua ibu pun pasti akan melakukan hal yang sama, oleh karena itu sayangi lah ibu mu, selagi dia masih ada.. jangan sia-siakan waktumu dengan tidak memperdulikan ibu, kita akan terasa begitu sakit apabila seorang ibu meninggalkan kita, ibu merupakan sumber ilmu yang kita dapat, dari mulai hal kecil sampai pada waktu kita dewasa,” jelasnya
Sebagai anak, M. Ridho mengakui pastinya memiliki hutang budi yang sangat besar pada kedua orang tuanya yang telah membesarkannya, yang tidak akan mungkin bisa terbayarkan.
Terkhusus untuk Ibundanya yang telah berpulang ke Rahmatullah yang telah mengandung, melahirkan, dan membesarkannya.
“Cinta seorang Ibu pasti kepada anaknya pasti melebihi cintanya kepada siapapun, mengalahkan cintanya kepada dirinya sendiri sekalipun, sebagai seorang anak saya mendoakan semoga Bunda tenang di alamnya sekarang, cara saya berbakti saat ini adalah meneruskan cita-cita Beliau untuk sebesar-besarnya menjadi manfaat bagi masyarakat Kuningan,” oungkasnya. (Bambang)
















































































































Discussion about this post