KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan ketersedian alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di tengah wabah coronavirus disease (Covid-19) dipastikan aman selama beberapa bulan kedepan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. Eeny menyebutkan bahwa APD yang tersedia saat ini selain dari pengadaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Cirebon juga didapat dari beberapa sumbangan sejumlah donatur dari berbagai wilayah.
“APD itu nanti diperuntukkan untuk petugas medis di 60 Puskesmas, laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kabupaten Cirebon, Covid Center Watubelah, dan 20 Posko Mudik Kesehatan nanti saat arus mudik tiba,” kata Enny Suhaeni kepada wartawan, Selasa (14/4).
Enny melanjutkan, untuk penyediaan disejumlah rumah sakit swasta dan negeri di Kabupaten Cirebon atau pemerintah desa, bukan kewenangan dari Dinas Kesehatan untuk menyediakan APD tersebut. Hal itu karena masing-masing rumah sakit dan pemerintah desa memiliki anggaran tersendiri.
“Contoh, kalau desa itu ada anggaran desa untuk APD. Sesuai arahan pemerintah pusat program lainnya bisa dialihkan untuk penyediaan APD untuk yang berjaga,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan APD ditengah Pandemi Coronavirus Disease ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon pun sudah berkoordinasi dengan SKPD lain diantaranya adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) untuk mendorong para pengrajin yang ada didalam pembinaan Disperdagin untuk memproduksi APD selama wabah Covid-19.
”Tetapi tidak sembarangan memilih bahan bakunya ya. Harus yang sesuai dengan ketentuan organisasi kesehatan dunia (WHO), sehingga selain aman juga tentunya memberikan keamanan bagi penggunanya ya,” tukasnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post