KOTA CIREBON, (FC).- Belakangan ini hujan deras melanda Kota Cirebon dan sekitarnya. Hal ini menimbulkan kerusakan jalan yang cukup parah di sejumlah titik jalan di Kota Cirebon.
Pemerintah Kota Cirebon melalui dinas terkait, sampai saat ini belum melakukan perbaikan yang berarti.
Riri Wulandari (23) warga Kelurahan Kesambi Kecamatan Kesambi mengatakan, dirinya menjadi salah satu korban dari rusaknya jalan.
“Di depan Pasar Jagasatru temapt biasa saya berbelanja, ada jalan rusak berlubang parah. Pas hujan lubang itu tidak kelihatan karena ada airnya. Saya jatuh disitu, beruntung tidak apa-apa hanya motor saya yang lecet-lecet,” tuturnya kepada FC, Senin (13/2).
Hal yang sama dialami oleh Yanuar Arief (35). Warga Perum Keandra ini mengeluhkan jalan di depan Citra Land sampai Jalan Ciremai Raya, kondisi jalanan rusak parah.
“Velg motor saya sampai rusak, gara-gara menghantam lubang di depan Citra Land. Terpaksa saya ganti, karena tidak bisa diperbaiki lagi,” ungkapnya.
Wartawan koran ini mencoba menghubungu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon Irawan Waahyono. Namun Irawan belum bisa dihubuingi, baik di kantornya maupun lewat telepon/pesan WA.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan pihaknya meminta kepada DPUTR Kota Cirebon untuk segera memperbaiki jalan yang rusak. Terkait anggaran, menurut Agus, sudah dialokasikan untuk pemeliharaan jalan rusak.
“Untuk pemeliharaan jalan sudah dialokasikan anggarannya, kalau tidak salah sebesar Rp1 Miliar,” ujar Agus saat ditemui di Kantor DPRD Kota Cirebon, Senin (13/2).
“Namun, terkendala terkait harga standar, saya juga mendengar sudah dilakukan konsultasi dengan BPKPD (Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah), karena pejabatnya kan baru, jadi prinsip kehati-hatian kita juga memahami. Tapi, bagaimana kemudian masalah jalan rusak di Kota Cirebon ini cepat diperbaiki,” sambungnya.
Anggaran tersebut, menurut Agus, untuk pemeliharaan jalan rusak yang ada di seluruh Kota Cirebon. Anggaran tersebut bukan untuk peningkatan jalan di Kota Cirebon.
“Jadi anggaran tersebut untuk pemeliharaan saja, hanya ditambal yang berlubang,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post