KAB.CIREBON, (FC).- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon menyatakan kesiapan menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Suharyadi, mengatakan hingga awal April 2026 kondisi ketersediaan air masih dalam kategori aman dengan kapasitas produksi mencapai 861 liter per detik.
“Kondisi saat ini masih aman untuk melayani seluruh pelanggan. Namun kami tetap menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi kemarau panjang,” ujar Suharyadi, Selasa (7/4).
Sebagai langkah mitigasi, Perumda Air Minum menyiapkan skema pembagian distribusi air berbasis zona. Skema tersebut akan diterapkan apabila terjadi penurunan debit air secara signifikan.
“Jika debit air turun drastis, pelayanan akan dibagi berdasarkan zona. Namun selama kondisi masih stabil, distribusi tetap berjalan normal,” katanya.
Dalam operasionalnya, Perumda Air Minum Tirta Jati mengandalkan tiga sumber utama, yakni pengolahan air permukaan, mata air, serta kerja sama antar-Perumda di wilayah sekitar.
Gangguan pasokan, menurutnya, paling berpotensi terjadi pada sistem yang bergantung pada aliran sungai.
Meski demikian, sejak beroperasinya Waduk Jatigede pada 2016, dampak penurunan debit air khususnya di wilayah Cirebon bagian utara dapat diminimalisir.
Sejumlah instalasi pengolahan air (WTP) seperti Kapetakan, Tawang Sari, Waled, Ciwaringin, hingga Babadan di Gunung Jati disebut masih dalam kondisi aman.
“Dengan suplai dari Jatigede, penurunan debit tidak terlalu signifikan sehingga pelayanan tetap terjaga,” ujarnya.
Perumda Air Minum berharap musim kemarau tahun ini tidak berlangsung panjang agar distribusi air bersih tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. (Johan)

















































































































Discussion about this post