KUNINGAN, (FC).- Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat para sineas muda di Kabupaten Kuningan untuk terus berkarya.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan screening film bertajuk “Layar Lokal, Cerita Kita” yang digelar Forum Film Kuningan bekerja sama dengan Goethe Institut di Erion Space, Jalan Baru Awirarangan, Sabtu (7/3).
Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus wadah bertemunya gagasan para filmmaker lokal yang terus mengangkat cerita-cerita khas daerah melalui karya film.
Ketua Forum Film Kuningan Ence Bagus Hartono mengatakan, acara screening film tersebut tidak hanya sekadar menonton karya sinema, tetapi juga menjadi ruang berbagi ide dan semangat berkarya bagi para sineas muda di Kuningan.
“Ini bukan hanya tentang menonton film, tetapi juga pertemuan gagasan dari para sineas Kuningan. Kami ingin karya-karya film lokal memiliki ruang untuk diputar dan dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, meskipun Kabupaten Kuningan hingga kini belum memiliki bioskop, hal itu tidak menyurutkan semangat para sineas muda untuk terus memproduksi film.
“Keterbatasan fasilitas justru menjadi pemantik kreativitas. Teman-teman filmmaker tetap bersemangat membuat karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kuningan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, yang memberikan apresiasi kepada komunitas film dan para sineas muda yang terus berkarya mengangkat cerita lokal.
Menurutnya, film merupakan media penting yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan serta merekam perjalanan kehidupan masyarakat.
“Film bukan sekadar rangkaian gambar bergerak, tetapi juga mengandung makna dan pesan yang kuat. Ketika sineas Kuningan mengangkat kisah lokal, sejatinya mereka sedang merawat ingatan kolektif masyarakat tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan,” ungkapnya.
Bupati Dian juga menilai perkembangan perfilman daerah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan Kuningan melalui karya visual.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Kuningan tengah merencanakan pembangunan bioskop di kawasan bekas lapangan pacuan kuda sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuhnya ekosistem perfilman di daerah.
“Kami berharap ke depan semakin banyak film yang mengangkat cerita lokal Kuningan dan mampu menembus festival film nasional,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Rispiaga yang hadir mewakili Pemprov Jabar menyampaikan apresiasi terhadap tumbuhnya komunitas film di daerah.
Menurutnya, industri film besar sering kali berawal dari komunitas kecil, festival film, maupun pemutaran film pendek seperti yang digelar di Kuningan.
“Dari kegiatan seperti ini biasanya lahir ekosistem yang mempertemukan komunitas, rumah produksi, hingga peluang kemitraan dengan industri yang lebih besar,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan semangat berkarya para sineas muda Kuningan terus tumbuh serta memperkuat kolaborasi antara komunitas kreatif dan pemerintah dalam membangun ekosistem perfilman daerah yang berkelanjutan. (Angga)
















































































































Discussion about this post