INDRAMAYU, (FC).- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono mendukung langkah pemerintah Jawa Barat untuk melakukan penutupan Aktivitas Penambangan di Kabupaten Cirebon yang menelan Puluhan Korban.
Perihal tersebut diungkapkan Ono Surono saat Takziah dirumah duka Almarhum Jamaludin (49) dan Wastoni Hamzah (25) di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Rabu (4/6)
Politisi PDI Perjuangan asal Indramayu ini mengaku sangat prihatin atas terjadinya insiden maut di lokasi tambang batu alam di Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
” Kedua almarhum ini merupakan supir dan kernet yang meninggal pada saat insiden longsor tambang batu Cirebon,” ungkapnya
Dikatakan Ono, Atas Insiden maut yang menelan Puluhan korban ini, Fraksi PDI Perjuangan Legislatif Provinsi Jawa Barat berinisiatif Gotong royong untu meringankan para korban dengan mendatangi langsung kediamannya.
” Alhamdulillah sampai hari ini dana yang terhimpun 100 juta untuk 26 korban ,” ungkapnya
Kegiatan ini, kata Ono dilakukan, selain sebagian bentuk keprihatinan, juga untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah Daerah Jawa Barat ini tersampaikan dengan baik, termasuk pemberian beasiswa kepada anak anak korban Insiden longsor Gunung Kuda Cirebon.
Atas Insiden ini, Ono pun mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menutup permanen lokasi tersebut karena pihaknya menganggap sudah tidak layak baik dari aspek lingkungan maupun aspek keselamatan.
” Peristiwa ini saya berharap agar pemerintah untuk melakukan evaluasi total tentang aktivitas tambang bukan hanya di Cirebon melainkan seluruh tambang di Jawa Barat sehingga kedepan tidak terjadi kerusakan lingkungan dan menelan korban meninggal akibat salahnya penambangan yang ada dilokasi lokasi tersebut,” pungkasnya . (Agus Sugianto)














































































































Discussion about this post