KOTA CIREBON, (FC).- Pasca terbakarnya Kilang Minyak Balongan Indramayu, ternyata tidak berpengaruh pada pasokan gas.
Terutama gas elpiji ukuran 3 kg, yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang paling banyak digunakan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DPKUKM) Kota Cirebon, Maharani Dewi kepada FC, Selasa (30/3).
Dikatakannya, pasokan gas 3 kg ke agen-agen elpiji masih normal. Tidak ada kelangkaan karena pasokan tersendat dari Pertamina di Balongan.
“Tim kami hari ini sudah turun ke agen-agen elpiji, guna melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Memastikan stok aman gas elpiji ukuran 3 kg aman,” ungkapnya.
Sementara Tim Monev DPKUKM Monang Situmorang menjelaskan, pihaknya mendatangi agen-agen besar elpiji.
Secara keseluruhan, tidak ada penurunan atau penundaan pengiriman gas dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Jadi tidak ada pengaruh dari kebakaran Kilang Minyak di Balongan.
Baca Juga: Lakukan Sidak, DPKUKM Kota Cirebon Klaim Pasokan Gas 3 Kg Masih Aman
Dari data pasokan harian yang ada pada tujuh agen besar elpiji di Kota Cirebon, lanjut Monang, diketahui rata-rata per agen mendapatkan pasokan 1.120 tabung gas elpiji ukuran 3 kg.
Bila ditotal keseluruhan, ada sekitar 8.000 tabung untuk kebutuhan warga Kota Cirebon.
“Dari tujuh agen besar itu, satu agen yang dalam satu hari mendapatkan pasokan lebih dari 2.000 tabung, yang lainnya sekitar seribu tabung saja,” paparnya.
Dikatakan Monang, kelancaran distribusi atau pasokan gas ini diketahui dari lancarnya pesanan agen kepada Pertamina. Kuota agen selalu dipenuhi oleh Pertamina sebagai pemasok gas.
Ditanya antisipasi bila ada gangguan pasokan gas elpiji 3kg, Monang menuturkan, pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan Pertamina, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas). Juga dengan Walikota dan Sekda Kota Cirebon sebagai pemangku kebijakan.
Monev ini, kata dia, rutin dilakukan oleh DPKUKM setiap tiga bulan sekali. Namun tahun kemarin terkendala pandemi Covid-19, sehingga baru tahun ini pihaknya menggelar monev kembali.
Monev ini selain memonitor stok yang ada, juga soal harga jualnya. Sesuai harga eceran tertinggi (HET), gas elpiji 3 kg bersubsidi tidak boleh lebih dari Rp16 ribu.
“Iya HET di agen itu Rp16 ribu, lain lagu bila sudah ke pangkalan, pangkalan kecil, toko dan warung, harganya tentu diatas HET agen. Pasalnya dalam rantai biaya distribusi setiap titik akan mengambil keuntungan,” ungkapnya.
Namun begitu, ujar Monang yang juga menjabat Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri DPKUKM Kota Cirebon, pihaknya menekankan kepada agen untuk menerima masyarakat yang ingin membeli gas. Dengan catatan mereka membawa KTP dan SKTM dari kelurahan setempat.
Monev ini juga dilakukan untuk memastikan agen agar tidak kehabisan stok menjelang Bulan Ramadan dan lebaran tahun ini.
Bila perlu stok ditambah, karena kegiatan masyarakat pada ramadan biasanya meningkat, seperti memasak dan lainnya.
“Jadi kita tegaskan kembali, stok gas elpiji ukuran 3 kg normal atau aman. Masyarakat tidak perlu panik dan membeli gas berlebihan, karena tidak ada alasan untuk itu, pasokan gas aman,” tandasnya. (Agus)
Jumlah Agen:
Kota Cirebon : 8
Kab. Cirebon : 31
Kab. Indramayu : 16
Kab. Kuningan : 12
Kab. Majalengka : 14
Total : 81 Agen
Jumlah Pangkalan :
Kota Cirebon : 198
Kab. Cirebon : 1453
Kab. Indramayu : 1204
Kab. Kuningan : 975
Kab. Majalengka : 1169
Total : 4999 pangkalan
Agen resmi mendapatkan Loading Order (LO) dari Pertamina sebanyak dua sampai tiga LO, dengan setiap kali LO berisi dari 560 tabung gas elpiji 3 kg.














































































































Discussion about this post