KOTA CIREBON.- Menanggapi keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh Gas elpiji 3 Kg, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kota Cirebon langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang di Kota Cirebon.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kota Cirebon, Hj. Maharani Dewi menjelaskan, saat ini kuota elpiji ukuran 3 kg di Kota Cirebon masih normal. Hanya karena permintaan yang tinggi, maka mengakibatkan pasokan gas elpiji 3 Kg berkurang.
āYang terjadi saat ini dikarenakan tingginya permintaan. Karena musim hujan, membuat sejumlah pedagang mengalami peningkatan permintaan. Jadi kondisi ini berdampak pada meningkatnya pemakaian elpiji 3 kg,” ujar Maharani kepada FC saat ditemui di kantornya, Selasa (10/3).
Akibatnya, lanjut Maharani, sejumlah pedagang yang pembeliannya hanya satu tabung seperti pedagang gorengan mengalami kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg. Termasuk juga ibu-ibu rumah tangga. Kalau pun ada, harganya mencapai Rp 23 ribu/tabung.
āTapi itu di tingkat eceran. Sedangkan di tingkat pangkalan harganya masih tetap sesuai harga eceran tertinggi, yaitu Rp16 Ribu per tabung,” kata Maharani.Ā















































































































Discussion about this post