KAB. CIREBON, (FC).- Bayi Velisa yang lahir dalam kondisi kembar siam pasca menjalani operasi pemisahan di RS Hasan Sadikin Bandung, kini menjalani pemulihan di RSUD Waled Kabupaten Cirebon, Selasa (30/3).
Penyerahan bayi Velisa langsung dilakukan dari pihak RSHS Bandung kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon, dan dikawal langsung sampai RSUD Waled.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj. Enny Suhaeni mengungkapkan, serah terima bayi Velisa diterima langsung oleh Wakil Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.
Pihaknya kemudian mengawal langsung kepulangan bayi Velisa dari RS Hasan Sadikin Bandung menuju RSUD Waled untuk menjalani pemulihan pasca operasi.
Velisa telah menjalani operasi pemisahan karena lahir kembar siam di RS Hasan Sadikin Bandung pada 11 Februari lalu.
Baca Juga: Perut Menempel, Bayi Kembar Siam Akan Jalani Operasi Pemisahan Tubuh
Kembaran Velisa meninggal sebelum dilakukan operasi namun Velisa selamat hingga operasi selesai dilakukan.
“Dari Bandung bayi Velisa dibawa mengunakan inkubator, bayi Velisa dan saudaranya lahir dengan satu hati dan mengharuskan dilakukan operasi pemisahan dengan segera, bayi Velisa berhasil selamat namun saudaranya meninggal dunia sebelum sempat menjalani operasi pemisahan,” ungkapnya.
Sementara dokter spesialis anak RSUD Waled dr. Irham, memastikan kalau bayi Velisa saat ini dalam kondisi baik namun harus menjalani pemulihan pasca operasi agar tidak terjadi infeksi,.
Bayi Velisa menjalani peratawan di Ruang Nicu RSUD Waled dan akan dipantau terus selama 3-7 hari kedepan sambil mengajarkan ibunya dalam melakukan perawatan bayi Velisa yang masih ada bekas operasi.
Selain itu, tambah dia, berat badannya kecil karena dibawah 2500 gram maka perlu diperhatikan pula gizinya, ada kekhususan bayi Velisa pasca operasi yang harus diperhatikan adalah tidak boleh kekurangan oksigen dan tidak boleh berada pada suhu yang rendah
“Setelah kondisinya benar-benar pulih dan sehat dan ibunya sudah siap melakukan perawatan di rumah maka bisa dibawa pulang oleh orangtuanya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post