KOTA CIREBON, (FC).- Semangat kreativitas dan kerja keras membuahkan hasil manis bagi siswa-siswi SMAN 6 Cirebon. Sebanyak tujuh siswa berhasil melangkah ke tingkat Provinsi Jawa Barat dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), sebuah kompetisi bergengsi yang menjadi wadah pengembangan bakat seni pelajar di Indonesia.
Ketujuh siswa tersebut lolos melalui berbagai cabang lomba, mulai dari cipta puisi, desain poster, fotografi, kriya, menulis cerpen, musik tradisional, hingga nyanyi solo putri. Prestasi ini menjadi bukti potensi seni di kalangan pelajar terus tumbuh dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Kepala SMAN 6 Cirebon, Hj. Lina Herlina S, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menjelaskan, dari total 16 mata lomba yang tersedia, sekolahnya mengirimkan peserta di 12 cabang lomba. Hasilnya, lebih dari setengahnya berhasil menembus tingkat provinsi.
“Dari 12 mata lomba yang kita ikuti, tujuh di antaranya lolos ke tingkat provinsi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” ujar Lina saat kepada wartawan, Rabu (29/4).
Menariknya, SMAN 6 Cirebon menjadi salah satu sekolah dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 22 siswa diterjunkan untuk mengikuti 12 cabang lomba, menjadikannya sebagai sekolah negeri dengan partisipasi paling besar di antara sembilan sekolah yang ambil bagian.
Prestasi yang diraih pun tidak main-main. Sejumlah siswa berhasil meraih juara pertama di berbagai kategori, seperti cipta puisi, desain poster, fotografi, menulis cerpen, musik tradisional, kriya, dan solo vokal putri.
Selain itu, ada pula raihan juara dua, tiga, hingga juara harapan di cabang lainnya seperti jurnalistik, komik digital, dan film pendek.
Capaian ini semakin melengkapi kebanggaan sekolah, setelah sebelumnya SMAN 6 Cirebon juga berhasil meraih gelar juara umum dalam ajang Popkota 2025, sebuah prestasi yang kembali diraih setelah penantian selama 20 tahun.
Menurut Lina, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras siswa serta peran para guru pembimbing yang dengan sabar dan konsisten mendampingi proses latihan.
Meski sebagian besar siswa berlatih secara mandiri di sanggar masing-masing, pihak sekolah tetap memberikan arahan dan dukungan penuh melalui bidang kesiswaan, pembina OSIS, hingga tim kurikulum.
“Kami punya semboyan harus berprestasi dan harus juara. Karena itu, dukungan penuh kami berikan, baik dari sisi pembimbing, fasilitas, maupun motivasi,” jelasnya.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Lina menilai FLS2N memiliki peran penting dalam membentuk masa depan siswa. Sertifikat yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga bernilai strategis untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Ini sangat penting untuk masa depan mereka. Sertifikat dari tingkat kota hingga provinsi memiliki nilai tersendiri yang bisa menunjang saat masuk perguruan tinggi,” ungkapnya.
Menghadapi tingkat provinsi, kata Lina, SMAN 6 Cirebon memasang target tinggi. Tujuh siswa yang lolos diharapkan mampu meraih juara pertama dan melangkah hingga ke tingkat nasional.
“Harapan kami tentu yang terbaik. Kami ingin mereka tampil maksimal dan membawa hasil membanggakan bagi sekolah dan keluarga,” kata Lina.
Salah satu siswa yang menjadi sorotan adalah Kesya Zaskia Meitha, perwakilan di cabang nyanyi solo putri. Siswi kelahiran 2008 ini mengaku telah mencintai dunia tarik suara sejak kecil, bahkan kerap mendampingi sang ibu di berbagai acara.
Perjalanan Kesya menuju tingkat provinsi tidak mudah. Ia mengandalkan latihan mandiri di rumah dengan bimbingan ibunya. Pengalaman tahun sebelumnya, di mana ia hanya meraih juara harapan dua akibat kondisi suara yang kurang prima, justru menjadi motivasi untuk tampil lebih baik.
“Tahun ini saya berusaha lebih maksimal, karena ini kesempatan terakhir saya ikut FLS2N,” ungkapnya.
Kesya juga menghadapi tantangan tak terduga saat lomba. Ia harus mengganti lagu daerah yang dibawakan secara mendadak hanya dalam waktu semalam.
“Awalnya saya latihan lagu lain, tapi malam sebelum lomba ada perubahan. Jadi harus belajar lagu Bubuy Bulan dalam waktu singkat,” ceritanya.
Meski demikian, usaha kerasnya terbayar lunas. Ia berhasil lolos ke tingkat provinsi dan mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut.
“Senang sekali, ini pengalaman yang sangat berharga dan jadi kenangan indah selama di SMA,” katanya.
Ke depan, Kesya bertekad untuk meningkatkan intensitas latihan agar bisa melangkah hingga tingkat nasional. Ia juga berpesan kepada teman-temannya agar tidak ragu mengembangkan bakat yang dimiliki.
“Yang penting percaya diri dan yakin dengan kemampuan diri sendiri. Kalau punya bakat, harus terus diasah,” pesannya.
Dengan semangat tinggi dan dukungan penuh dari sekolah, langkah tujuh siswa SMAN 6 Cirebon di tingkat provinsi kini menjadi harapan baru.
Tak hanya membawa nama sekolah, mereka juga menjadi representasi generasi muda Kota Cirebon yang kreatif, berbakat, dan siap bersaing di panggung yang lebih luas. (Agus)














































































































Discussion about this post