KOTA CIREBON, (FC).- Mega Mendung yang menjadi motif dari karpet yang tergelar di Ruang Rapat Griya Sawala Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, sempat menjadi bahan kritikan. Alasannya, mega mendung sendiri bukan sekedar motif saja, melainkan ada nilai filosofis yang terkandung. Sehingga tidak pantas untuk diletakkan dibawah sebagai karpet.
Menanggapi hal demikian, Sekretaris DPRD Kota Cirebon (Sekwan), Agus Sukmanjaya mengatakan, karpet sebelumnya yang bermotif mega mendung diganti karena sudah usang. Nah, karpet penggantinya juga bermotif serupa hanya saja gradasi warnanya berubah dari merah ke biru.
“Jadi karpet motif mega mendung ini sudah dipakai sebelumnya. Diganti dengan yang baru motifnya mendung juga,” jelasnya kepada “FC”, seusai mengikuti upacara di Balaikota Cirebon, Senin(17/8).
Mantan Kadisnaker ini mempertanyakan kenapa motif karpet mega mendung ini dipermasalahkan. Masalah pergantian karpet hal itu wajar saja, karena pemakaian karpet sebelumnya sudah lama dan luntur.
Diperkirakannya karpet yang lama sudah terpasang sejak tahun 2004. Karena tidak ada komplain atau keluhan selama itu, maka pihaknya mengganti karpet lama dengan motif serupa. Bila dipermasalahkan seharusnya sejak dulu motif ini diganti.
Pihaknya juga membuka pintu Kantor Sekwan lebar-lebar, bila ada yang ingin berdiskusi mengenai masalah motif karpet ini. Dikatakannya juga, pengadaan karpet ini juga sudah sesuai prosedur dengan cara proses lelang.










































































































Discussion about this post