KUNINGAN, (FC).- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, memastikan tidak ada perubahan draf rotasi dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara sepihak, meski muncul informasi adanya ASN yang sudah diundang namun batal dilantik.
Penegasan tersebut disampaikan Beni saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (14/2), menanggapi isu perubahan draf mutasi mendadak di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.
Menurut Beni, seluruh draf rotasi dan mutasi ASN diproses melalui mekanisme resmi oleh tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Tim ini diketuai Sekretaris Daerah, dengan Sekretaris BKPSDM sebagai sekretaris, serta beranggotakan unsur Inspektorat, Asisten Daerah I dan III, Kepala Bagian Organisasi, Sekretaris Badan BKPSDM, dan para kepala bidang.
“Draf mutasi diputuskan oleh tim Baperjakat, ditandatangani Bupati, lalu dikirim ke BKN melalui aplikasi SI-IMUT. Setelah diperiksa BKN, baru keluar pertimbangan teknis dan rekomendasi. Kalau sudah keluar rekomendasi BKN, tidak bisa diganggu gugat,” ujar Beni.
Ia menegaskan, setelah rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) terbit, tidak dimungkinkan adanya perubahan nama secara tiba-tiba dalam daftar mutasi.
“Enggaklah, itu kan hasil pertek BKN. Tidak bisa dirubah tiba-tiba. Setelah itu tinggal dibuatkan SK Bupati,” tegasnya.
Terkait adanya ASN yang telah menerima undangan namun tidak jadi dilantik, Beni menyebut hal tersebut tidak otomatis berarti terjadi penggantian nama dalam draf mutasi. Jabatan yang semula direncanakan bisa saja untuk sementara tetap dibiarkan kosong.
“Bisa saja tidak dilantik, tapi bukan berarti diganti orangnya. Jabatannya bisa tetap kosong,” katanya.
Beni juga menjelaskan bahwa pelaksanaan rotasi dan mutasi terakhir masih menggunakan mekanisme Baperjakat dan belum sepenuhnya menerapkan sistem manajemen talenta. Ke depan, jika seluruh prasyarat terpenuhi, sistem tersebut akan dijalankan melalui tim komite manajemen talenta.
“Saat ini manajemen talenta belum diterapkan penuh karena pelaksana dan fungsional masih banyak yang belum mengikuti asesmen dan uji kompetensi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengisian sejumlah jabatan yang masih kosong direncanakan akan dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri.(Angga)










































































































Discussion about this post