KOTA CIREBON, (FC).- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi menyampaikan, seluruh kelurahan di Kota Cirebon telah memiliki Pos Komando (Posko) Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Setiap pengurus RT hingga kecamatan terus mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 masih terjadi.
“Sebanyak 22 kelurahan di Kota Cirebon sudah memiliki Posko Penanganan Covid-19. Adapun dasar pembentukannya yaitu surat edaran (SE) Wali Kota Cirebon Nomor 443/06-Pem tentang Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Kelurahan dan Tingkat Kecamatan di Kota Cirebon yang dikeluarkan tanggal 8 Februari 2021,” jelasnya kepada FC, Minggu (16/5).
Posko Penanganan Covid-19 lanjutnya, dibentuk seiring dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM).
Keberadaan posko juga ditunjang dengan adanya aplikasi Jaga Warga yang memudahkan setiap RT di Kota Cirebon untuk memberikan laporan kondisi penyebaran Covid-19 di lingkungannya.
“Karena ketua RT yang paling mengetahui kondisi di lingkungannya. Dengan mengetahui laporan kondisi di tingkat RT setiap harinya, maka bisa diambil tindakan yang tepat untuk menangani Covid-19 di daerah tersebut,” ucapnya.
Pada libur Lebaran 2021, seiring dengan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah, ketua RT di Kota Cirebon juga memiliki terobosan, yaitu membagikan kuesioner untuk memonitor pendatang yang masuk ke lingkungannya.
“Mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Untuk itu perlu dijaga semangatnya dan jangan sampai lelah. Masyarakat sudah lelah, kita jangan sampai lelah menjalankan tugas mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.
Mengenai kunjungan Tim Satgas Covid-19 Nasional Agus menerangkan, mereka mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemkot Cirebon.
Pihaknya juga telah memaparkan penanganan Covid-19 di Kota Cirebon. Seperti pelaksanaan vaksinasi, pelaksanaan PPKM termasuk penyekatan arus mudik yang saat ini tengah dilakukan.
Tim pakar Satgas Covid-19 Nasional Swastiningsih menyebutkan, tujuan kedatangannya ke Kota Cirebon untuk melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan PPKM.
Terutama pembentukan posko, hal ini dikarenakan dari 25.985 desa di 128 kota dan kabupaten di Jawa dan Bali, baru 45 persen yang dilaporkan membuat posko Covid-19. Sedangkan di Jabar baru 44 persen.
“Kami mengapresiasi Pemkot Cirebon dalam penanganan Covid-19. Tetap semangat, jangan lelah dan capai. Ingatkan juga pelaku usaha bahwa Covid-19 ini tidak terlihat tapi masih ada,” tandasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post