“Pada prinsipnya kita ingin segera ada pelunasan kepada para rekanan. Mudah-mudahan sebelum akhir Maret 2023 bisa terselesaikan semua,” katanya.
Di sisi lain, Azis menyebutkan, kebijakan untuk mengambil pinjaman ke BJB merupakan langkah realistis. Dengan tetap memperhatikan stabilitas kondisi keuangan daerah.
“Kebijakan telah diambil dengan berbagai pertimbangan yang memungkinkan dari beberapa aspek. Sekarang tinggal teknisnya saja diselesaikan,” katanya. (Agus)
Page 4 of 4












































































































Discussion about this post