KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, lembaga pelatihan kerja, dan dunia usaha sebagai langkah strategis menekan angka pengangguran.
Upaya tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Bursa Kerja dan Pemagangan Dalam Negeri maupun Luar Negeri di Ruang Rapat DPRD Kuningan, Rabu (22/4).
Kegiatan yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) itu diikuti sekitar 200 peserta, terdiri atas kepala SMA/SMK/MA, pimpinan perusahaan, serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, persoalan pengangguran tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.
“Persoalan utama kita adalah ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Ini yang harus dibenahi bersama agar peluang kerja dapat diisi tenaga kerja lokal,” ujarnya usai kegiatan.
Menurut dia, jumlah angkatan kerja di Kuningan terus meningkat, sementara pengangguran masih menjadi tantangan. Di sisi lain, peluang kerja mulai terbuka seiring meningkatnya minat investasi di daerah.
Pemkab Kuningan, lanjutnya, tengah mempercepat penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai dasar hukum investasi, termasuk menyiapkan kawasan industri di wilayah Kuningan timur.
“Beberapa investor sudah menunjukkan ketertarikan dengan kebutuhan tenaga kerja cukup besar. Ini peluang sekaligus tantangan bagi kita menyiapkan SDM siap kerja,” katanya.
Ia menambahkan, program pemagangan menjadi salah satu strategi utama meningkatkan kompetensi tenaga kerja, baik keterampilan teknis maupun pembentukan karakter kerja.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.
“Saya minta masyarakat tidak mudah tergiur. Pastikan melalui jalur resmi dan konsultasikan dengan Disnakertrans agar tidak menjadi korban,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan Memey Meirita Handayani menegaskan penciptaan lapangan kerja membutuhkan peran aktif dunia industri.
“Yang menciptakan lapangan kerja adalah industri. Pemerintah hadir menyiapkan SDM melalui pelatihan vokasi sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan vokasi ke depan harus berbasis kebutuhan industri dengan target penempatan kerja mencapai 80 persen.
Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy menyatakan DPRD siap mendukung penurunan pengangguran melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Disnakertrans Kuningan Toto Toharuddin menjelaskan kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi nyata antara sekolah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha.
“Kami ingin memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja, bukan sekadar seremonial,” ujarnya.
Melalui kegiatan itu, Pemkab Kuningan berharap tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, produktif, dan berdaya saing, sekaligus membuka peluang kerja lebih luas di tengah meningkatnya potensi investasi daerah. (Angga)









































































































Discussion about this post