MAJALENGKA, (FC).- Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Majalengka, terus mendorong penguatan gerakan buruh lintas daerah sebagai strategi membangun solidaritas dan meningkatkan kapasitas pekerja di tengah tantangan dunia industri.
Hal ini dengan ditandai konsolidasi organisasi yang melibatkan berbagai daerah, termasuk Majalengka dan Garut untuk memperkuat basis buruh hingga ke tingkat pabrik.
Ketua DPC Sarbumusi Majalengka, Ilham Lahiyah, mengatakan penguatan lintas daerah menjadi langkah penting untuk membangun gerakan buruh yang lebih solid dan terorganisir. Ilham menilai, kolaborasi antarwilayah penting agar perjuangan buruh tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Dengan kolaborasi lintas daerah, kita bisa saling berbagi pengalaman, memperkuat jaringan, dan menyatukan langkah perjuangan buruh,” kata Ilham, Senin (20/4).
Ilham menuturkan, sebagai organisasi yang didirikan oleh ulama Nahdlatul Ulama sejak 1955, Sarbumusi memiliki mandat khusus dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dengan pendekatan keagamaan dan sosial.
Menurutnya, Sarbumusi kini mulai fokus memperluas jangkauan ke basis-basis pekerja di pabrik serta membangun konsolidasi internal agar organisasi semakin kuat.
“Kami berharap terbentuk jaringan buruh yang solid, kompeten, dan memiliki daya tawar lebih tinggi dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor industri,” tuturnya.
Sementara itu, Pembina DPC Sarbumusi Majalengka, Adi Rodiansyah, menekankan bahwa perjuangan buruh harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Tidak cukup hanya menuntut kenaikan gaji. Buruh juga harus meningkatkan kompetensi, baik teknis maupun soft skill, agar lebih produktif dan profesional,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Garut, Ramlan Gumilar, hadir sebagai narasumber dan membagikan pengalaman dalam membangun organisasi buruh yang kuat di daerahnya.
“Penguatan organisasi itu dimulai dari basis. Kalau struktur di bawah kuat, maka gerakan buruh akan solid dan tidak mudah goyah,” katanya.
Ramlan menambahkan, konsolidasi lintas daerah menjadi langkah penting untuk memperbesar kekuatan buruh secara kolektif.
“Gerakan buruh tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada konsolidasi lintas daerah agar kekuatan kita semakin besar dan terorganisir,” kata dia.
Kegiatan ini dihadiri unsur Nahdlatul Ulama tingkat kecamatan, termasuk Ketua MWC NU Jatitujuh, Moch Hasyim, bersama jajaran badan otonom lainnya. (Munadi)










































































































Discussion about this post