KUNINGAN, (FC).- Berangkat dari pengalaman sebagai sales marketing, mulai dari penjualan rokok hingga kendaraan, Nadya Sulhatu kini sukses membangun showroom mobil bernama Sulhatu Auto Car di Jalan Raya Cilimus-Sampora, Kabupaten Kuningan.
Perjalanan Nadya di dunia kerja dimulai sejak 2016. Saat itu, perempuan berusia 28 tahun tersebut memutuskan tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan memilih terjun langsung sebagai tenaga pemasaran di berbagai bidang, mulai dari produk rokok hingga otomotif.
Pengalaman itu menjadi bekal penting dalam memahami karakter pasar, membangun relasi, hingga mengasah kemampuan komunikasi dengan konsumen.
“Dari situ saya belajar bagaimana menawarkan produk, membangun kepercayaan, dan memahami kebutuhan pelanggan,” ujarnya, kemarin.
Bekal tersebut kemudian membawanya merintis kembali usaha keluarga di bidang jual beli mobil yang sebelumnya sempat mengalami pasang surut.
Dengan modal terbatas, ia hanya mampu membeli dua hingga tiga unit mobil dengan kisaran harga sekitar Rp100 juta per unit.
Namun, melalui strategi pemasaran yang konsisten dan fokus pada kualitas kendaraan, usahanya perlahan berkembang.
Dalam kurun dua hingga tiga tahun, bisnis tersebut menunjukkan peningkatan signifikan hingga akhirnya memiliki showroom sendiri yang lebih representatif pada 2025, setelah sebelumnya menyewa tempat dengan kapasitas terbatas.
Nama showroom “Sulhatu Auto Car” diambil dari nama pribadinya sebagai identitas usaha. Peresmian showroom itu bahkan sempat dihadiri Bupati Kuningan.
Dalam menjalankan usaha, Nadya mengandalkan berbagai kanal pemasaran, mulai dari media sosial, jaringan kolega, hingga mediator. Ia juga membentuk tim khusus untuk pengadaan unit kendaraan dari dalam maupun luar kota.
Showroom miliknya melayani pembelian tunai, kredit, maupun tukar tambah. Dari total stok sekitar 25 hingga 30 unit, target penjualan per bulan mencapai 22 hingga 27 unit.
Jenis kendaraan yang ditawarkan didominasi merek Jepang dan Korea, seperti city car dan MPV, yang disesuaikan dengan kebutuhan serta anggaran konsumen.
Selain itu, kualitas kendaraan menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan pelanggan. Nadya juga memastikan layanan purnajual tetap berjalan, salah satunya dengan memberikan garansi mesin selama tiga bulan.
“Kami tidak hanya menjual, tapi juga menjaga hubungan dengan konsumen setelah transaksi,” katanya.
Tak hanya di sektor otomotif, Nadya juga sempat merambah bisnis kuliner sejak sebelum pandemi.
Ia pernah memiliki tiga cabang usaha di Cirebon dan Kuningan, sebelum akhirnya memfokuskan usaha kuliner pada produk sate taichan dan seblak.
Dengan pengalaman dari bawah dan kerja keras yang konsisten, Nadya optimistis bisnisnya akan terus berkembang dan mampu bersaing di tengah ketatnya pasar otomotif. (Angga)






































































































Discussion about this post