KAB. CIREBON, (FC).- Penyuluh Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Corebon, Yayan Hendriyan merasa prihatin dengan kondisi sampah di Kabupaten Cirebon yang baru 20 persen dapat diatasi. Sementara siasnya 80 persen diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA), dibuang ke sungai, dibakar dan lainya.
Hal tersebut diungkapkannya saat peresmian Green House dalam rangka penerapan Kurikulum Merdeka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema kelima gaya hidup berkelanjutan dengan sub tema mengolah sampah plastik menjadi benda yang berguna dan berestetik di SMPN 1 Sumber, Senin (13/3).
“Di Kabupaten Cirebon baru bisa menyelesaikan persoalan sampah 20% dari 1.200 ton/hari potensi sampah yang dihasilkan penduduk Kabupaten Cirebon. Yang 80% sampah diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup ke TPA. Ada juga yang dibuang ke sungai dan lain sebagainya oleh masyarakat,” ujar Yayan saat memberikan sambutan peresmian Green House di SMPN 1 Sumber.
Seharusnya, lanjut Yayan, 80 persen sampah bisa teratasi dan 20 persen yang diangkut ke TPA. Perlu kesadaran masyarakat khususnya rumah tangga yang paling besar menyumbang sampah agar bisa memilah sampah terlebih dahulu dari sampah organik dan non organik.
“Kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat agar memilah sampah terlebih dahulu. Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan karena sampah menjadi sumber bencana saat musim hujan dan sumber penyakit ketika menumpuk,” tuturnya.















































































































Discussion about this post