KAB.CIREBON, (FC).- Tradisi Sedekah Bumi di Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, berlangsung meriah dan sarat makna, Senin (6/4).
Memasuki penyelenggaraan keempat, kegiatan ini menjadi agenda tahunan sekaligus simbol kuatnya pelestarian kearifan lokal di tengah masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke makam leluhur sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang diperoleh.
Puncak kegiatan ditandai dengan arak-arakan gegunungan berisi hasil bumi, seperti beras, sayur-mayur, dan buah-buahan. Tradisi ini menjadi daya tarik utama yang dinanti warga.
Antusiasme masyarakat terlihat saat momen perebutan isi gegunungan. Warga berbondong-bondong mengambil hasil bumi yang diyakini membawa berkah.
Kuwu Astanamukti, Ade Durohman, mengatakan Sedekah Bumi merupakan wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya melestarikan tradisi leluhur.
“Ini bentuk rasa syukur atas hasil bumi sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pada bulan Syawal juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarwarga pasca Idulfitri.
“Kami ingin momentum ini memperkuat kebersamaan dan kerukunan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, selain memiliki nilai spiritual dan sosial, tradisi Sedekah Bumi juga berpotensi menjadi daya tarik budaya bagi Desa Astanamukti.
Dengan antusiasme warga yang terus terjaga, tradisi ini diharapkan tetap lestari sebagai cerminan nilai gotong royong dan kebersamaan masyarakat. (Nawawi)










































































































Discussion about this post