MAJALENGKA, (FC).- Harapan besar seorang anak muda untuk mengubah nasib keluarga harus terhenti di negeri orang. Deri (25), warga Desa Garawastu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, dilaporkan meninggal dunia di Kamboja setelah sempat mengaku dikejar-kejar oleh rekannya.
Kabar duka itu mengejutkan keluarga. Pasalnya, Deri baru sekitar dua bulan bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Dalam komunikasi terakhirnya, ia sempat menghubungi orang tua dan mengabarkan tengah melarikan diri karena merasa terancam.
“Dia bilang lagi kabur, takut, katanya dikejar-kejar,” kata ayah korban, Ismail, Minggu (5/4).
Menurut Ismail, kepergian Deri ke luar negeri bukan tanpa alasan. Ia berangkat dengan tekad kuat untuk membantu perekonomian keluarga, sekaligus mewujudkan cita-citanya menyekolahkan dan memesantrenkan adik kesayangannya.
Selama perjalanan menuju Kamboja, Deri rutin memberi kabar kepada keluarga. Ia sempat transit di Malaysia dan Vietnam sebelum akhirnya tiba di negara tujuan.
Di Kamboja, Deri bekerja di sebuah barber dan tinggal di mess bersama sesama warga negara Indonesia. Namun situasi berubah saat ia ingin berpindah pekerjaan.
Keluarga menyebut, Deri sempat meminta izin kepada rekannya bernama Jonkey untuk bekerja bersama kenalan barunya, Budi. Meski sempat dilarang, Deri tetap memilih pindah. Tak lama setelah itu, ia kembali menghubungi keluarga dan mengatakan dirinya kabur dari tempat kerja barunya.
Dua hari berselang, kabar paling menyayat datang. Deri ditemukan tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Sang ibu, Oom, tak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam atas kepergian anaknya.
“Kami ingin ada kejelasan. Anak kami pergi baik-baik, pulangnya sudah tidak bernyawa,” ucapnya.
Kini, keluarga berharap pemerintah dapat membantu mengungkap kejadian yang menimpa Deri serta memfasilitasi pemulangan jenazah ke kampung halaman di Majalengka. (Munadi)









































































































Discussion about this post