KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon masih menunggu keputusan Bupati Cirebon terkait penerapan sistem sekolah lima hari atau enam hari dalam sepekan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan pihaknya siap mengikuti kebijakan yang akan ditetapkan oleh Bupati.
“Semua tergantung kebijakan Pak Bupati. Kami siap, baik lima hari maupun enam hari,” ujarnya usai rapat terbatas di Kantor Bupati Cirebon, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, dari sisi pembelajaran, sistem enam hari dinilai lebih ideal. Namun demikian, pihaknya tetap membuka opsi lima hari dengan mempertimbangkan efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).
Menurutnya, sejumlah SMP di Kabupaten Cirebon telah lebih dulu menerapkan sistem lima hari, di antaranya SMPN 1 Sumber, SMPN 2 Palimanan, SMPN 1 Talun, dan SMPN 1 Gagesik.
“Penerapan lima hari ini bukan karena efisiensi, tetapi untuk memaksimalkan hari belajar yang ada. Itu sudah berjalan sejak lama di beberapa sekolah,” jelasnya.
Ronianto menambahkan, sekolah yang menerapkan lima hari belajar harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya ketersediaan sarana ibadah yang memadai untuk pelaksanaan salat Jumat.
“Kalau fasilitas ibadah tidak memadai dan harus keluar sekolah, dikhawatirkan tidak efektif,” katanya.
Dalam skema lima hari, jam pelajaran akan ditambah menjadi sekitar delapan jam per hari. Sementara pada sistem enam hari, durasi belajar berkisar enam hingga tujuh jam per hari.
“Kalau enam hari biasanya selesai sekitar pukul 13.45. Kalau lima hari, bisa sampai sekitar pukul 14.30,” jelasnya.
Dinas Pendidikan memastikan akan menyiapkan skema terbaik, baik untuk sistem lima hari maupun enam hari, sambil menunggu keputusan resmi dari Bupati Cirebon. (Ghofar)














































































































Discussion about this post