KAB.CIREBON, (FC).- Keberadaan kabel jaringan internet (WiFi) yang semrawut dan menjuntai di badan jalan kembali menuai sorotan. Seorang remaja perempuan asal Kecamatan Babakan diduga menjadi korban setelah terjerat kabel saat melintas di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Rabu (8/7).
Akibat insiden tersebut, korban bernama Zahra mengalami luka pada bagian leher. Warga yang mengetahui kejadian langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Waled untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu membuat Pemerintah Desa Gebang Kulon mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan penataan dan penertiban terhadap jaringan kabel telekomunikasi yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kuwu Gebang Kulon, Andi Subandi, meminta persoalan kabel semrawut tidak dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan korban berikutnya.
“Jangan sampai ada korban berikutnya. Penertiban harus segera dilakukan,” tegas Andi.
Menurutnya, kabel telekomunikasi yang dipasang tidak beraturan sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Selain mengganggu estetika lingkungan, kabel yang menjuntai rendah dapat membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Ia menjelaskan, korban mengalami luka setelah diduga terkena kabel WiFi yang melintang di jalan saat melintas sekitar pukul 15.00 WIB.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap pemasangan jaringan telekomunikasi di wilayah permukiman dan jalan umum.
“Korban mengalami luka di bagian leher dan harus menjalani perawatan lanjutan di RSUD Waled,” ujarnya.
Andi meminta pemerintah daerah melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh jaringan telekomunikasi yang terpasang di wilayahnya.
Menurutnya, perlu ada pemisahan antara jaringan yang memiliki izin dengan kabel yang dipasang tanpa memperhatikan standar keselamatan.
“Mana yang legal dan mana yang ilegal harus didata. Jika melanggar aturan, harus ditertibkan agar tidak menimbulkan korban lagi,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan kabel semrawut tidak hanya terjadi di Desa Gebang Kulon, tetapi juga ditemukan di sejumlah wilayah lain di Kecamatan Gebang.
Karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan penyedia layanan internet serta instansi terkait.
Pemerintah Desa Gebang Kulon berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius seluruh pihak agar penataan jaringan telekomunikasi segera dilakukan dan keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan dapat lebih terjamin. (Nawawi)










































































































Discussion about this post