JAKARTA, (FC).- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa sebanyak 282.180 sekolah di seluruh Indonesia telah menerima perangkat Interactive Flat Panel sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan nasional.
Dalam pidatonya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin (2/2), Presiden menegaskan bahwa distribusi perangkat tersebut hampir menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terluar, terpencil, dan tertinggal.
Ia menyebutkan bahwa hampir semua sekolah sudah menerima perangkat tersebut.
“Tahun ini sudah selesai. Hampir semua sekolah, termasuk yang terluar dan yang terpencil, yang tertinggal sudah menerima,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan live melalui Chanel Youtube Sekretariat Presiden.
Namun, Presiden mengakui terdapat sejumlah perangkat yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir di beberapa daerah, termasuk Aceh. Pemerintah, kata dia, akan segera melakukan penggantian.
“Kemarin di Aceh dan beberapa wilayah ada yang rusak karena banjir, kita akan ganti segera,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah akan melengkapi kebutuhan perangkat di sekolah-sekolah pada tahun ini. Targetnya, setiap sekolah minimal memiliki satu panel untuk satu ruang kelas, lalu ditambah sedikitnya dua unit lagi.
“Tahun ini kita akan lengkapi. Kita harap ini cukup untuk satu kelas tiap sekolah. Tahun ini saya tujuannya tiap sekolah minimal dapat dua lagi, minimal, sehingga nanti dapat tiga ruang kelas. Mudah-mudahan empat ruang kelas,” jelasnya.
Presiden juga memaparkan visi jangka panjang program tersebut. Ia menargetkan pada akhir periode 2028–2029, setiap ruang kelas di seluruh Indonesia sudah dilengkapi Interactive Digital Panel.
Dengan sistem tersebut, proses pembelajaran dapat dilakukan secara terpusat dan menjangkau sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.
Menurut Presiden, teknologi ini memungkinkan pengajaran dilakukan dari pusat, termasuk untuk mata pelajaran yang selama ini kekurangan guru seperti matematika, bahasa, fisika, dan biologi.
“Artinya apa, kita bisa mengajar dari Jakarta. Sekolah-sekolah yang gurunya kurang, guru matematiknya kurang, guru bahasanya kurang, guru fisika, guru biologi, kita bisa menerima pengajaran dari pusat interactive,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, sistem tersebut juga memungkinkan pemantauan proses belajar mengajar secara langsung dari pusat.
“Saya bisa lihat nanti di ruang kelas gurunya ada atau tidak,” pungkasnya. (Andriyana)









































































































Discussion about this post