KUNINGAN, (FC).- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 6,5 persen pada Agustus 2026.
Target tersebut dikejar melalui perluasan kerja sama penempatan tenaga kerja ke berbagai kawasan industri di luar daerah serta penguatan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM).
Kepala Disnakertrans Kuningan Guruh Irawan Zulkarnaen melalui Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Informasi Pasar Kerja, Yanto Crisdianto, mengatakan capaian 2025 menunjukkan tren positif dengan angka pengangguran turun ke level 7,51 persen.
“Untuk tahun 2025 kemarin, kita sudah menurunkan angka pengangguran di 7,51 persen. Tahun 2026 kita tetap memaksimalkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di luar Kabupaten Kuningan, seperti di Brebes, Jabodetabek, Majalengka, dan wilayah sekitarnya,” ujar Yanto.
Menurutnya, strategi tersebut difokuskan untuk memperbesar serapan tenaga kerja asal Kuningan melalui jalur rekrutmen langsung, bursa kerja, hingga pemagangan. Disnakertrans juga menjalankan program penciptaan wirausaha baru melalui skema Tenaga Kerja Mandiri agar pencari kerja tidak hanya bergantung pada sektor formal.
“Target kita Agustus 2026 turun lagi ke 6,5 persen. Selain penempatan kerja, kami juga dorong program Tenaga Kerja Mandiri. UMKM binaan tahun 2025 terbukti bisa berkembang dan menyerap tenaga kerja di lingkungannya,” katanya.
Data Disnakertrans mencatat, sepanjang 2025 terdapat 10.715 pencari kerja yang terdaftar.
Sementara lowongan kerja yang masuk mencapai 21.710 posisi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.257 orang telah berhasil ditempatkan bekerja di berbagai sektor.
“Kalau dilihat dari jumlah lowongan dan yang sudah ditempatkan, kita sudah melampaui target. Ini ditopang penempatan ke luar negeri, job fair, pemagangan luar negeri, serta penempatan melalui BKK, UPTD BKK, dan BLK,” jelas Yanto.
Dalam memperluas akses kerja, Disnakertrans Kuningan menggandeng Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) dan sejumlah perusahaan industri.
Untuk wilayah Brebes, kerja sama dilakukan dengan lima perusahaan garmen dan sepatu, yakni PT Tah Sung Hung, PT Daihan Global, PT Sumber Masanda Jaya, PT Sang Tuh Jyung Kaka, dan PT Indokarya Gemilang.
Penempatan juga diarahkan ke kawasan industri Tangerang, Bekasi, dan sekitarnya, di antaranya PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Honda Motor, PT Suzuki, PT Yamaha Motor Manufacturing Indonesia, PT Chemco Harapan Nusantara, PT Indomarco Prismatama, PT Alfamidi Tbk, PT Astra Daihatsu Motor, PT Dharma Poliplast, dan PT Dharma Polimetal.
Disnakertrans optimistis kombinasi perluasan jaringan industri dan penguatan wirausaha mandiri akan mempercepat penurunan pengangguran sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi warga Kuningan.(Angga)












































































































Discussion about this post