“Sejauh ini tentu memaksimalkan tim-tim yang sudah ada di rumah sakit, PSC, juga termasuk melibatkan unsur aparat pemerintah desa. Nanti lebe dan mandor akan kita libatkan pada tim ini,” katanya.
“Kalau kaitan dukungan operasionalnya tentu kita nunggu dari proses pencairan BTT-nya. Saya fikir kalau pemakaman itu sudah umum, hanya prosedur-prosedur tentang evakuasi dan lainnya, kan sudah ada rujukan dari kesehatan,” tambahnya.
Saat disinggung tentang penyiapan pemakaman umum (TPU) Pemda dan berapa lokasi, Iwan menjelaskan, pihaknya masih menunggu terbitnya keputusan Bupati Cirebon.
“Belum bisa disebutkan. Kemungkinan di dua wilayah. Pada umumnya kita menyiapkan TPU Pemda, ya mungkin bisa saja kedepan dalam situasi tertentu dimanfaatkan untuk jenazah Covid-19,” jelas mantan Kabag Humas Setda Kabupaten Cirebon tersebut.
Iwan mengakhiri, penyediaan TPU milik pemerintah Kabupaten Cirebon urgensinya merupakan hanya sebatas tugas dari pemerintah Kabupaten Cirebon. Bukan karena lahan TPU di desa-desa sudah penuh.
“Hanya bagian dari tugas pemerintah untuk menjaga fasilitas umum, karena kita belum tersedia,” tukasnya. (Ghofar)










































































































Discussion about this post