INDRAMAYU, (FC).- Seorang Anak Baru Gede (ABG) warga Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu yang berusia 16 tahun harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka di bagian pipi kanannya, akibat benda tajam.
Peristiwa ini diduga dilatar belakangi karena masalah rebutan pacar, sehingga berujung dengan penganiayaan. Pipi kanan ABG ini pun mendapat 7 jahitan karena terkena benda tajam.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Indramayu, Adi Wijaya mengatakan, pelaku dan korban ini saling kenal namun bukan teman dekat. Keduanya sama-sama masih remaja.
“Kejadiannya pada Selasa minggu kemarin, saat itu korban sedang menginap di rumah temannya yang lain di wilayah Kecamatan Sukra,” ujar dia, Senin (25/7).
Adi menyampaikan, pada malam itu korban yang tengah menginap diajak bertemu oleh pelaku. Korban pun mengiayakan, ia pun izin pergi ke luar untuk bertemu pelaku di suatu tempat tidak jauh dari rumah temannya menginap. Di sana, keduanya diketahui terlibat cekcok.
Menurut pengakuan korban, saat cekcok itu terjadi, korban mengaku seperti terkena sabetan benda tajam di pipi kanannya.Tidak diketahui secara pasti benda apa yang melukai korban, saat itu lokasi tempat kejadian kondisinya gelap.
“Akibatnya pipi korban harus dijahit. Ada 7 jahitan,” ujar dia.
Masih disampaikan Adi, korban ini diketahui juga merupakan anak putus sekolah karena masalah ekonomi. Ayahnya hanya seorang nelayan, sedangkan ibunya bekerja di luar negeri menjadi TKW.
” Saat ini, korban diketahui tengah berada di rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Cantigi. Di sini hanya tinggal sama ayahnya karena ibunya di luar negeri, tapi ayahnya sedang melaut, menurut informasi sekarang korban ada di rumah saudaranya,” ujar dia.
Selain memberikan perlindungan, LPAI Indramayu pun akan melakukan trauma healing terhadap korban untuk memulihkan kondisi mentalnya.
Di sisi lain, Lurah di desa setempat, Karto Estanto menyampaikan, pemerintah pun menaruh perhatian penuh atas insiden yang dialami korban. Pihaknya pun akan melakukan upaya agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Mengingat, baik korban maupun pelaku masih sama-sama berusia remaja. “Tentunya kami berharap agar kejadian seperti ini tidak lagi terjadi,” tandasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post