KOTA CIREBON, (FC).- Pemkot Cirebon telah melakukan sejumlah langkah strategis dalam program vaksinasi nasional.
Hak ini terlihat dari progres cakupan vaksinasi Covid-19 di kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kota Cirebon menempati urutan ketiga.
Demikian disampaikan Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi kepada FC, Senin (7/6).
Disebutkannya, tiga wilayah yang cakupan vaksinasi tertinggi adalah Kota Cimahi, Kota Bandung dan Kota Cirebon.
Untuk cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kota Cirebon sebanyak 66,99 persen dan dosis kedua sebanyak 52,87 persen.
“Sedangkan cakupan vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia), Kota Cirebon masuk urutan keempat setelah Kota Bogor, Kota Cimahi dan Kota Bandung. Untuk vaksin dosis pertama sebanyak 24,61 persen dan dosis kedua sebanyak 17,67 persen,” jelasnya.
Gusmul, demikian sapaan akrabnya mengatakan, diawal vaksinasi Covid-19, jumlah warga yang divaksin mencapai 600 an orang setiap hari.
Angka ini dianggap belum cukup tinggi karena hanya mengandalkan jaringan puskesmas di Kota Cirebon. Selanjutnya, cakupan vaksinasi harian ditingkatkan antara 1.500 hingga 3.000 orang per hari.
Caranya yaitu menjalin kerjasama dengan rumah sakit pemerintah, swasta, politeknik, fakultas kedokteran, dan layanan kesehatan lainnya.
Khusus vaksinasi Covid-19 untuk lansia diakui Gusmul tidak secepat sebelumnya. Karena memang tergantung ketersediaan vaksin yang datang.
Namun kemarin sudah datang lagi vaksin sebanyak 450 multidos dan diharapkan bisa mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lansia.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Katibi, menjelaskan hingga 1 Juni 2021, pihaknya sudah melakukan rapid test antigen sebanyak 9.566 dengan hasil reaktif sebanyak 117 orang.
“Sedangkan untuk swab test PCR telah dilakukan sebanyak 33.414 dengan hasil positif sebanyak 5.646. Untuk jumlah yang meninggal dunia hingga 1 Juni 2021 sebanyak 213 orang.
“Sebelumnya tes PCR kami lakukan hanya 150 per hari menjadi lebih dari 200 tes PCR perhari. Terbanyak pada 24 Mei 2021 sebanyak 279 dan 25 Mei 2021 sebanyak 265 tes PCR. Testing kami lakukan pada kelompok yang berisiko tinggi dan tempat-tempat keramaian,” tandasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post