KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Pasaleman, Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon menggelar musyawarah desa persiapan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahap kedua, bertempat di kantor Kuwu Pasaleman, Rabu (8/7).
Kuwu Pasaleman, Anwar Syarif menuturkan, tertundanya penyaluran BLT DD tahap kedua dikarenakan belum adanya kejelasan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari bantuan provinsi Jawa Barat.
“Ada informasi pengurangan KPM yang signifikan untuk Bantuan Provinsi yang disalurkan oleh ojol (ojek online),” kata Anwar Syarif yang biasa disapa Arif kepada FC, Rabu (8/7).
Arif menambahkan, dengan adanya pengurangan KPM dari banprov, menjadikan beban bagi pemerintah desa, karena setiap ada pengurangan data, masyarakat seringkali beranggapan itu dilakukan oleh pemdes.
“Katanya setelah adanya verifikasi dan validasi atau cleansing By Name By Adress (BNBA) oleh pemerintah provinsi Jawa Barat. Dari data awal 193 KPM, info data sekarang menjadi 71 KPM,” ujarnya.
Sebagai pemerintah desa, aku Arif, pihaknya terus berupaya secara maksimal agar masyarakat tetap bisa menerima bantuan.
“PR kami beserta kelembagaan kedepannya, mencari solusi permasalahan ini, dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, masyarakat memang sangat membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Arif berharap, disaat pandemi ini, pemerintah provinsi bisa lebih bijaksana, karena ketika ada pengurangan, apalagi sampai lebih dari setengahnya dari jumlah penerima di tahap pertama, akan bisa menimbulkan permasalahan baru.
“Harapkan sih tidak ada pengurangan, karena bantuan yang lain seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) udah hampir salur ke 3 tidak ada perubahan, BSPS setiap bulan lancar. Harusnya provinsi juga mengimbangi bantuan bantuan yang lain,” ungkapnya. (Harun)












































































































Discussion about this post